LTMPT Tetapkan Empat Titik Pelaksanaan UTBK di Surabaya

Foto: ilustrasi

Sediakan 5.445 Komputer
Surabaya, Bhirawa
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan jadwal pelaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK merupakan ujian tulis yang menjadi syarat wajib siswa sebelum mendaftar ke tahap Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Secara nasional terdapat total 73 titik pusat UTBK yang tersebar di seluruh di Indonesia. Sementara di Surabaya, ada empat Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi titik pusat pelaksanaan UTBK. Yakni Universitas Airlangga (Unair), Intitute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”.
Dalam pelaksanaan UTBK sendiri, ke empat PTN di Surabaya tersebut menyediakan 5.445 unit komputer di setiap sesi ujian. Dengan rincian, Unair menyediakan 1.450 komputer, ITS menyediakan 1.400 unit, Unesa menyediakan 1.500 unit dan UPN menyediakan 1.095 unit komputer.
Diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Prof Joni Hermana jika pelaksanaan untuk UTBK setiap saat memiliki kuota. Mengingat jumlah komputer yang disediakan juga terbatas.
“Saat UTBK siswa belum mendaftar ke PTN manapun, jadi bisa memilih pusat UTBK yang diinginkan,”ungkap pria yang juga rektor ITS ini. Lebih lanjut, khota tersebut tersedia pada setiap sesi ujian. Untum UTBK akan diselenggarakan pada setiap hari Sabtu dan Minggu sebanyak 10 kali.
“Setiap hari terdapat dua sesi tes, yaitu pagi dan siang sebanyak 20 sesi kecuali hari libur nasional,”lanjutnya.
Terpisah, Koordinator Humas SNMPTN dan SBMPTN Unesa, Vinda Maya Setyaningrum mengatakan dalam sekali tes pihaknya hanya bisa melayani sebanyak 1500 hingga 1600 peserta yang tes di Unesa. Jumlah itu, tentu saja disesuaikan dengan jumlah komputer yang di sediakan oleh pihaknya dan sudah termasuk komputer cadangan. Sedangkan untuk pelaksanaan UTBK, hal itu akan dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), SMKN 1 Surabaya dan SMKN 12 Surabaya.
“Sistem yang kami gunakan sama dengan tes SBMPTN tahun lalu yaitu semi online. Bedanya tahun ini ada 20 sesi,”urainya saat dikonfirmasi Bhirawa melalui Telphone, Kemarin (28/2).
Kuota 1500 hingga 1600 peserta di pusat UTBK ITS ini dikatakannya terbuka di 20 sesi. Sehingga peserta bisa bebas memilih mengikuti tes pada sesi kapan. Hanya saja, jika pada satu sesi sudah terpenuhi 1500 peserta, maka pendaftar akan dialihkan ke pusat UTBK lainnya. “Bisa di kampus atau kota yang berbeda,” imbuh dia.
Di samping itu, Vinda juga mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan pelatihan teknisi komputer maupun bagian IT selama tiga hari terakhir. Untuk persyaratan pendaftarannya sendiri, ia mengatakan hal itu tidak jauh berbeda dengan pendaftaran SNMPTN. Yakni, peserta lebih dulu harus membayar ke bank untuk uang pendaftaran. Setelah itu, peserta atau calon mahasiswa akan mendapatkan pin yang digunakan untuk login.
“Setelah login mereka bisa langsung isi data diri dan upload foto. Yang tidak kalah penting pada saat ujian harus bawa kartu peserta dan surat keterangan lulusan dan ijazah,” papar dia.
Terbatasnya komputer yang digunakan setiap pusat tes UTBK dikatakan Kasubag Humas UPN “Veteran” Jawa Timur Rudijanto, karena spesifikasi yang ditentukan oleh LTMPT, salah satunya dengan menyediakan genset serta bekerjasama dengan pihak PLN untuk menjaga pasokan aliran listrik agar tidak padam.
“Kami menggandeng sejumlah lembaga di sekitar UPN untuk tempat tes selain di kampus kami. Seperti di SMKN 6 Surabaya, SMAN 14 Surabaya, SMAN 20 Surabaya, dan juga STIKOM,”pungkasnya. n ina

Prof Joni Hermana

Buka Dua Gelombang Pendaftaran UTBK SBMPTN
Tahun ini, ada perbedaan mekanisme dalam penerimaan mahasiswa baru. Salah satunya dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pada penerimaan mahasiswa tahun ini, dijalur SBMPTN berdasar pada hasil seleksi nilai peserta pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Dilansir dari laman resmi milik LTMPT, dalam penyelenggaraan SBMPTN peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali.
Pada sosialisasi SBMPTN beberapa waktu yang lalu, Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Moh Nasih mengatakan jika pendaftaran UTBK akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Pendaftaran pada gelombang pertama UTBK akan dilaksanakan pada 1-24 Maret 2019. Sementara gelombang kedua akan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret hingga 1 April 2019.
“Waktu pelaksanaan tes untuk peserta pendaftar gelombang pertama tanggal 13 April sampai 4 Mei 2019 dan waktu pelaksanaan Tes untuk peserta pendaftar geIombang kedua tanggal 11 Mei-26 Mei 2019,” jelas dia.
Di samping itu, ada terdapat ketentuan lain dalam UTBK. Yaitu, peserta bisa mengikuti dua kali tes, jika UTBK kelompok Saintek satu kali dan kelompok Shoshum satu kali. Bisa juga kelompok Saintek dua kali, atau kelompok Shoshum dua kali.
“Dengan catatan peserta yang ingin ikut tes dua kali harus mendaftar di gelombang pertama dan gelombang kedua. Sedangkan peserta yang hanya mendaftar di gelombang kedua hanya mengikuti satu kali tes pada tanggal 11-26 mei saja,” papar dia.
Sementara itu, Wakil Ketua LTMPT, Prof Joni Hermana menambahkan jika hasil UTBK nantinya akan dijadikan pertimbangan untuk mengikuti SBMPTN. sehingga secara sistem akan diambil nilai yang paling baik diantara keduanya.
Di samping itu, Prof Joni juga menjelaskan jika jenis Tes UTBK akan terdiru dari Tes Potensi Skolastik (TPS) yang menekankan kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahan umum.
“Untuk Tes Potensi Akademik (TKA) penekanan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS),”tandasnya. [ina]

Jadwal Pelaksanaan UTBK
1. Pendaftaran UTBK Gelombang I : 1-24 Maret 2019
Gelombang II : 25 Maret-1 April 2019
2. Pelaksanaan UTBK Gelombang I : 13 April-4 Mei 2019
Gelombang II : 11 Mei-26 Mei 2019
3. Pengumuman Hasil UTBK 23 April – 2 Juni 2019
4. Pendaftaran SBMPTN 10-24 Juni 2019
5. Pengumuman Hasil SBMPTN 9 Juli 2019
Sumber : diolah dari laman resmi LTMPT

Tags: