LP Ma’arif Sidoarjo Dukung Inovasi Tingkatkan Kualitas Guru

Para guru sedang mempraktikkan hasil temuan pembelajaran yang lebih mudah untuk siswa kelas bawah.

Sidoarjo, Bhirawa
Program pelatihan dari Tim Inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru SD/MI, khususnya kelas bawah, telah mendapatkan respon positif dan dukungan dari Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Kabupaten Sidoarjo. Karena berdasarkan pantauan dan evaluasi dirasa manfaatnya sangat besar sekali.
Itulah ungkapan Ketua LP Ma’arif Kabupaten Sidoarjo Misbahuddin, usai meninjau peserta Lokakarya Literacy Short Course di Pusdiklat LP Ma’arif Jawa Timur.
Menurut Misbahudin, pihaknya sudah bekerjasama cukup lama, sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan, dan sangat bermanfaat sekali.
“Kondisi itu bukan berdasarkan siapa-siapa, tetapi dari pantauan langsung di lokasi dan evaluasi,” katanya.
Ia mengaku, setelah melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah, pihaknya berkesimpulan bahwa kegiatan harus segera di share ke sekolah dan madrsah yang lain. Karena manfaatnya betul-betul luar biasa khususnya bagi anak didik kelas kecil.”Kami tidak hanya katanya dan sebagainya, kami langsung memantau di kelas dan ke guru-guru serta beberapa wali murid. Mereka merasa anaknya lebih ceria, lebih cerah, lebih mudah mengerti, dan mereka lebih bisa berinteraksi dengan sesama atau dengan gurunya. Jadi mereka lebih pandai berkomunikasi, mengemukakan pendapat. Beberapa hari yang lalu saya mengetahui anak kelas dua sudah bisa presentasi di ruang kelasnya, menyampaikan dengan baik. Karena ini nomerasi, mereka menyampaikan bagaiamana perhitungan-perhitungan tersebut dengan jelas,” terangnya.
Adapun jumlah peserta pada periode pertama ada 11 sekolah dan sekarang ini ada tambahan 5 sekolah. Sebetulnya pihaknya mau nge-share sendiri, namun harus fokus di sekolah sasaran ini dulu, agar tidak bercampur antara sekolah yang memerlukan biaya dan biaya sendiri.
“Kami tuntaskan sekolah sasaran dahulu, berikutnya akan kami share secara mandiri,” kata Pak Misbah sapaan akrabnya, kemarin(10/6). Ia tambahkan, kalau jumlah lembaga pendidikan terdiri dari MI nya sebanyak 225 lembaga dan SD nya ada 9 sekolah. Sementara untuk MTs ada 65 lembaga dan SMP 36 sekolah serta SMA 13 dan SMK 7 lembaga.
Terpisah M. Agus Bukhori Muslim salah satu pengurus MWC LP Ma’arif Kec. Taman mengaku, dengan mengikuti pelatihan dari Tim Inovasi ternyata banyak persoalan yang terjadi ketika anak-anak sulit menerima materi pembelajaran yang disampaikan oleh bapak/ibu guru. Oleh karena itu dengan mengikuti kegiatan Inovasi seperti ini, kita bisa menemukan teori dan materi, serta bisa bersama-sama belajar menyelesaikan persoalan yang dialami oleh bapak/ibu guru, sehingga nantinya bisa untuk menyelesaikan kesulitan anak-anak di sekolah masing-masing.
“Karena kesulitan anak-anak juga sudah kami pecahkan di sini, dalam pelatihan ini secara bersama-sama,” kata guru MI Tabiyathul Akhlak Krembangan, Taman, Sidoarjo. [ach]

Tags: