Longsor Mengancam, Pemkot Batu Ajukan 11 Unit EWS ke Pemprov Jatim

Sering terjadinya musibah tanah longsor di Kota Batu memaksa dipasangnya EWS untuk memberikan peringatan dini kepada warga.

Kota Batu, Bhirawa
Sering terjadinya musibah tanah longsor di Kota Batu memaksa BPBD kota setempat untuk memasang alat pendeteksi longsor atau Early Warning System (EWS). Ada 11 unit EWS yang akan dipasang di titik- titik rawan. Beberapa Desa yang bakal dipasang EWS diantaranya, Desa Sumberbrantas, Gunungsari, Punten, Tulungrejo dan Sumberejo.
Kepala BPBD Kota Batu, Sasmito mengatakan bahwa kondisi geografis Kota Batu berada di pegunungan menyebabkan sering terjadinya longsor. Apalagi saat ini sering terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi sehingga menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. Karena itu pihaknya mengusulkan untuk penambahan alat pendeteksi longsor atau EWS.
“Dari data yang kami miliki. Rata-rata bencana alam yang terjadi di Kota Batu adalah longsor. Untuk mengantisipasi adanya korban atau kerugian yang lebih kami mengusulkan penambahan EWS ke Pemprov,” ujar Sasmito saat dikonfirmasi, Minggu (14/4).
Ia menjelaskan saat ini Kota Batu masih memiliki tiga alat EWS. Dan dengan potensi longsor yang sangat tinggi maka perlu adanya penambahan EWS. Dan direncanakan 11 unit EWS ini akan dipasang tahun ini.
Namun demikian untuk pengadaan 11 unit EWS ini membutuhkan anggaran cukup tinggi. Yakni Rp 2,75 miliar. Karena itu, Pemkot menganggarkannya melalui Provinsi Jawa Timur. Dan saat ini Pemkot masih menunggu persetujuan Pemprov untuk merealisasikan rencana ini.
Nantinya, 11 unit EWS akan dipasang di 5 Desa dimana untuk Desa Sumberbrantas sebanyak 5 unit, Gunungsari 1 unit, Punten 2 unit, Tulungrejo 2 unit dan Desa Sumberejo 1 unit. “Pemasangan di 5 Desa itu karena di titik pemasangan merupakan daerah rawan bencana longsor,”tambah Sasmito.
Dengan terpasangnya alat ini, lanjutnya, akan membantu masyarakat untuk memberikan peringatan dini. Terutama di kawasan yang memang rawan longsor.(nas)

Tags: