Lomba Penyetan Ikan Bandeng Bakar Massal Diikuti 68 Peserta

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, mengulek sambal terasi, setelah selesai membakar ikan Bandeng. [alikus/bhirawa]

(Semarak HUT RI Ke-74 Pemkab Sidoarjo)

Sidoarjo, Bhirawa
Menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 tahun 2019 ini, Pemkab Sidoarjo menggelar acara yang lain dari tahun-tahun sebelumnya.
Apa itu? Lomba penyetan ikan Bandeng bakar, pada Jum at (9/8) akhir pekan lalu. Pesertanya, para penggedhe di Pemkab Sidoarjo. Yakni Mulai Bupati, Wakil Bupati, Sekda, para Forkopimda, pimpinan OPD dan Camat di Pemkab Sidoarjo.
Masing-masing peserta membakar ikan Bandeng, ikan yang banyak dibudidayakan petambak Sidoarjo itu. Dan membuat menu sambalnya sekalian.
Sekitar pukul 09.00 WIB acara yang digelar di Paseban alun-alun Sidoarjo, Jl Cokronegoro nomor 1 itu dimulai.
Nampak Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, dengan menggunakan kipas tradisional dari bambu, membakar ikan Bandeng yang sudah tidak ada durinya itu, diatas panggangan dengan bahan arang. Kemudian setelah selesai membakar ikan Bandeng, dirinya membuat sambal penyetannya dari terasi.
Tidak berapa lama kemudian, Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, juga selesai membakar ikan Bandengnya. Namun ia membuat sambal penyetannya dari kecap. Menyusul selesai kemudian, Dandim Sidoarjo, Ketua DPRD Sidoarjo dan semua peserta yang jumlahnya ada 68 peserta itu.
Ketua Panitia lomba, Toto Basuki, membenarkan jika lomba tersebut diikuti 68 peserta. Namun hanya 57 peserta yang dinilai oleh juri.

Bupati dan Wabup Sidoarjo beserta pejabat dari Forkopimda, didepan hasil masakan ikan Bandeng bakar yang selesai dibuat. [alikus/bhirawa].

“Sebelas peserta dari Forkopimda tidak dinilai. Yang dinilai hanya 57 peserta saja,” kata Toto, yang juga Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Sidoarjo itu, saat di lokasi.
Menariknya, dalam lomba tersebut para peserta harus menggunakan pakaian pejuang tempo dulu. Dan saat membakar ikan Bandeng itu, mereka mendapat support yel-yel dari pendukung dari anak buahnya masing-masing, yang juga berpakaian pejuang
Karena ramainya acara lomba, Jl Cokronegoro Nomor 1 atau juga di depan Pendopo Delta Wibawa Kab Sidoarjo itu, terpaksa untuk saat itu ditutup sementara.
Menurut Toto, ikan Bandeng merupakan salah satu ikon Kab Sidoarjo. Maka itu dirinya berharap lomba tersebut rutin digelar setiap tahun. Selain akan bisa untuk menyemarakkan peringatan HUT RI lomba tersebut juga bisa jadi agenda wisata di Kab Sidoarjo.
Selain lomba penyetan ikan Bandeng bakar, di lokasi yang sama di Alun-alun Sidoarjo itu, juga digelar peragaan busana perjuangan jaman kemerdekaan. Pesertanya juga pegawai ASN dari OPD Sidoarjo.
Tim juri yang dihadirkan panitia HUT Pemkab Sidoarjo, dari Hotel Luminor dan Fave Hotel, akhirnya menetapkan juara pertama dari olahan penyetan ikan Bandeng itu dari Dinas Pangan dan Pertanian Kab Sidoarjo. Dengan kriteria penilaian untuk citra rasa, penampilan menu yang disajikan dan cara penyajian.
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, dalam kesempatan itu menyampaikan alasan Pemkab Sidoarjo menggelar lomba penyetan ikan Bandeng bakar ? Karena menurutnya Kab Sidoarjo merupakan penghasil Bandeng dengan kualitas terbaik di Indonesia.
“Sidoarjo merupakan penghasil bandeng terbanyak dan terbaik di Indonesia. Dengan kegiatan lomba penyet bandeng bakar semoga menambah income para petambak bandeng,” kata Bupati Saiful Ilah, yang mengaku pas Ber Ultah ke-70, pada hari itu.
Para peserta diwajibkan menggunakan pakaian para pejuang kemerdekaan, karena dirinya berharap semuanya selalu ingat akan perjuangan para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan Bangsa dan Negara dengan mempertaruhkan nyawa. (adv.kus)

Tags: