Lima Kasek Baru Diminta Lakukan Inovasi

Kepala UPT Diknas Kabupaten Lumajang Sugiono Eksantoso ketika memimpin giat Sertijab lima Kepala Sekolah baru.

Lumajang, Bhirawa
Kepala UPT Diknas Kabupaten Lumajang Sugiono Eksantoso mengingatkan kepada seluruh Kepala sekolah untuk tetap melaksanakan yang sesuai garis yang menjadi kewajibannya dan agar tidak keluar dari program pemerintah yaitu tetap melaksanakan Panca Prasetya Korpri.
Hal tersebut disampaikan di hadapan pada Kepala Sekolah dan pengawas Sekolah di lingkungan SMA/SMK, dalam giat Sertijab lima Kepala sekolah yaitu Kepala Sekolah SMA 1,SMA 2, SMA 3, SMA Negeri Kunir dan SMA Negeri Tempeh yang digelar di Aula SMA Negeri 2 Lumajang,(18/1).
“Itu bagian tindak-lanjut setelah dikukuhkannya lima Kepala Sekolah,tanggal 4 Januari lalu, di Grahadi Surabaya, sehingga saya harus segera melakukan serah terima dari kepala sekolah yang lama kepada Kepala Sekolah yang baru,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Sugiono berharap kepada Kepala sekolah yang baru untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam memajukan dunia pendidikan. Sebab mereka telah melakukan komitmen bersama yang telah dituangkan dalam pakta integritas, yang di dalamnya termuat perjanjian perjanjian yang mengikat bagi seluruh Kepala Sekolah untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.
Lebih lanjut Sugiono Berharap kepada para kepala sekolah yang hadir pada saat itu untuk berlaku adil dalam membuat kebijakan terutama dalam hal penerapan tarikan (pungutan) kepada orang tua siswa.
Sebab meskipun jumlah dana BOS dinilai masih kurang untuk operasional sekolah, akan tetapi dia mengharapkan agar Kepala Sekolah tetap harus bijak dalam melakukan pungutan kepada orang tua siswa dengan berkoordinasi dengan komite sekolah dan tetap mempertimbangkan sosial ekonomi orang tua siswa. Sebab Sugiono juga mengaku prihatin adanya berbagai laporan orang tua siswa yang mengaku keberatan dengan adanya tarikan sekolah yang dinilai masih memberatkan para orang tua siswa.
“Kepala Sekolah ini harus amanah, karena tidak ada Bosda kadang para Kepala Sekolah melakukan kebijakan diluar dari kebijakan yang ada yaitu dengan melakukan tarikan atau pungutan tanpa melihat kemampuan masyarakat yang ada, tolong libatkan komite sekolah,” jelasnya.
Untuk itu dia berharap nantinya sekolah tidak lagi melakukan pungutan kepada siswa yang tidak mampu, para Duafa, yatim piatu, keluarga miskin untuk bebas dari berbagai pungutan dengan melibatkan peran aktif komite sekolah. [dwi]

Tags: