Lengkapi Berkas Kasus Gubeng, Polisi Siap Panggil Kembali Saksi-saksi

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat menjelaskan perihal pengembalian berkas kasus Gubeng, Senin (8,4) di Mapolda Jatim. [abednego/bhirawa]

Polda Jatim, Bhirawa
Penyidik Polda Jatim menyatakan kesiapannya dalam melengkapi P19 (pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) berkas perkara amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya dari Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.
Hal itu diungkap Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Menurutnya, saat ini penyidik memperbaiki dan melengkapi apa yang menjadi catatan dan kekurangan dalam berkas. Bila perlu, pihaknya akan kembali memanggil saksi-saksi yang berkaitan dengan kasus ini.
“Kami memperbaiki apa yang menjadi catatan dan apa yang menjadi kekurangan (berkas, red) dari Jaksa. Bisa saja memanggil saksi-saksi lagi,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera dikonfirmasi, Senin (8/4/2019) di Mapolda Jatim.
Siapa saja saksi-saksi yang akan dipanggil untuk melengkapi berkas itu, Barung mengaku, yakni bagian kontruksi dengan bagian administrasi dan perizinian. Pihaknya pun memastikan pemeriksaan terhadap saksi dari pihak perizinan masih berjalan.
“Perizinan kan masih jalan (pemeriksaan, red). Ada Fuad (Fuad Benardi) dan Eri (Eri Cahyadi) yang sudah dipanggil. Peranan Eri dan Fuad, yaitu bagian perizinan dan administrasi,” tegasnya.
Ditanya terkait apa yang perlu ditambahkan dalam berkas, Barung enggan merincikan. Pihaknya mengaku hanya melengkapi apa yang menjadi catatan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Apa yang diperlukan atau menjadi kekurangan, ya kami lengkapi,” ucapnya.
Terpisah, Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Mariyono menambahkan, P18 dan P19 berkas kasus Gubeng sudah disertai dengan petunjuk dari Jaksa. Karena ada yang harus dipenuhi untuk memenuhi unsur yang disangkakan. Apakah kurangnya berkas terkait proses perizinan dan administrasi, Asep enggan berpsekulasi.
“Disini kita melihat perbuatan yang dihubungkan dengan unsur dan pasal yang disangkakan. Itu masuk teknis yuridis saja,” jelasnya.
Asep menambahkan, kekurangan pada berkas diantaranya mengenai peran masing-masing tersangka. Dari enam tersangka ini bagaimana perannya. Dan juga dari peran tersangka ini apakah semuanya sudah memenuhi unsur apa belum.
“Jadi kalau misalnya satu tersangka belum memenuhi unsur, belum bisa kami P21. Karena enam tersangka itu jadi satu berkas. Unsur Mens rea (niat jahat) nya juga kita cari dalam berkas (belum cukup kuat),” tegasnya.
Dalam kasus ini Polda Jatim menetapkan enam orang tersangka. Keenamnya yaitu RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya ; AP selaku Side Manager dari PT NKE ; BS selaku Dirut PT NKE ; RW selaku Manager PT NKE ; LAH selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya. [bed]

Tags: