Lelah Jaga TPS, Anggota Linmas Kota Pasuruan Meninggal

Suryatin, istri Tohiron, anggota Linmas yang meninggal dunia usai merampungkan tugas menjaga TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Selasa (23/4). [Hilmi Husain]

Honor Linmas untuk Beli Hp Anak pun Sirna
Kota Pasuruan, Bhirawa
Janji Tohiron untuk membelikan handphone buat anaknya tercinta tidak bisa diwujudkan. Anggota Satuan Linmas yang menjaga TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan itu meninggal usai menjalankan tugas mengamankan Pemilu.
Rumah almarhum Tohiron (40) yang berada di Jalan Sukarno Hatta 2 no 28 masih di kunjungi tamu yang menyampaikan belasungkawa. Raut wajah sang istri Suryatin juga terlihat sedih dan terpukul karena suami tercinta meninggalkan dunia usai merampungkan tugas menjaga TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Ironisnya hingga berita ini diturunkan belum satupun anggota KPU maupun Bawaslu yang datang untuk bertakziah. “Belum ada yang datang ke rumah. Baik KPU maupun Bawaslu. Bahkan, Ketua KPPS-nya pun belum kesini,” ujar Suryatin, istri almarhum Tohiron. Selasa, (23/4).
Menurutnya, suaminya mulai bertugas sejak Selasa (16/4) malam untuk mempersiapkan berbagai keperluan di TPS 21 Kelurahan Karanganyar. Selanjutnya, Rabu (17/4) pagi, Tohiron, menjaga keamanan proses pencoblosan.
Usai proses pencoblosan, dilanjutkan penghitungan hingga malam hari. Tugas dilanjutkan mengantar logistik dari TPS ke PPS Kelurahan. “Bapak pulang pada Kamis dini hari. Saat dirumah mengeluh capek. Tapi, Bapak tetap melanjutkan aktifitas sehari-hari yakni membuka kios. Jumat siang, Bapak mengeluh sakit panas. Bahkan mulutnya keluar air liur bercampur darah,” kata Suryatin.
Karena takut dengan kondisi Tohiron, ia membawa suaminya ke UGD RSUD R Soedarsono Kota Pasuruan untuk mendapatkan pertolongan. Hanya saja, Tohiron meninggal saat Minggu malam (21/4) dan dimakamkan, Senin (22/4) pagi di TPU Gadingrejo.
Berdasarkan penuturan dokter, suaminya meninggal karena sakit demam (panas) yang parah. Karena badannya sudah demam, sehingga menyerang sarafnya. “Selama ini suami saya tak punya riwayat penyakit tertentu. Menjadi Linmas pertama kalinya. Tugas pertamanya adalah mengawal Pemilu di TPS,” imbuh Suryatin.
Sekertaris Kelurahan Karanganyar, Yeti Hayuni menayatakan Tohiron menjalani perawatan akibat kelelahan jaga TPS. “Jaga TPS sampai larut malam itu. Beliau baru menjadi Linmas langsung tugas jaga TPS,” papar Yeti.
Tentu saja, meninggalnya Tohiron 48, Linmas TPS 21 Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan menyisahkan duka mendalam bagi keluarga kecilnya.
Karena, Tohiron yang sebelumnya menceritakan kepada anak bungsunya tentang asa setelah pesta demokrasi, kini telah sirna. “Suami saya menceritakan ke anak kami yang paling kecil. Bahwa gajinya nanti buat untuk membeli HP sang anak,” ucap Suryatin, yang menirukan ucapan suaminya.
Setelah honor Linmas TPS sebesar Rp. 375.000 diterima, Tohiron menyisihkan uang sebesar Rp 175.000 sebagai tambahan uang tabungan untuk membeli Hadnpone anaknya.
Hanya saja, angan-angan pasca pemilu itu hilang seketika. Tohiron jatuh sakit demam hingga menggigil dan keluar alir liur bercampur darah dari mulutnya. Seluruh uangnya dipakai untuk keperluan selama di rumah sakit, hingga Tohiron meninggal dunia.
“Bapak meninggalkan keluarga kecil kami begitu cepat dan saya tak menyangka suami saya meninggal. Selama ini, almarhum suami tidak punya riwayat penyakit tertentu,” kata Ibu dari Aulia Meiyanti (19) dan Anggi Meirina (14).
Suryatin menambahkan meskipun sibuk di TPS, Tohiron tidak lupa memberikan jatah nasi kotaknya sebagai Linmas kepada anaknya dirumah. “Ini buat anak-anak (nasi kotaknya). Biar saya makan nasi bungkus saja. Anak-anak yang lebih penting,” imbuh Suryatin. [Hilmi Husain]

Tags: