Lapas Kediri Droping Air ke 300 KK Warga Lereng Klotok

Kota Kediri, Bhirawa
Musim kemarau yang cukup berkepanjangan membuat 300 Kepala Keluaraga (KK) di Kota Kediri mengalami krisis air bersih. Terpaksa untuk mendapatkan air bersih warga harus meminta pada warga lain yang sumurnya masih menyisakan air.
Tepatnya di Dusun Tumpang, Kelurahan Pojok ada 1 RW yang terdiri dari 5 RT, RT 21 hingga RT 25. Total keseluruhan KK berjumlah 500 an KK, namun yang paling merasakan dampaknya adalah RT 23 dengan jumlah 300 KK. Ketua RT 25 Dusun Tumpang, Kelurahan Pojok Ahmad Khudori Muslih mengatakan sejak dulu di wilayahnya kerap mengalami krisis air bersih, terutama saat kemarau panjang.
Hal itu terjadi kerena wilayah RW 5 berada di lereng Gunung Klotok, meskipun demikian sejumlah sumber air bersih pernah dibuat dan sungai juga tersedia, namun jumlah debit air dan kebutuhan warga tidak sebanding, sehingga mengakibatkan krisis air bersih.
“Sebenarnya sumber air ada di Sumber Tretes itu, sungai, sumur warga juga ada, namun setiap kali datang musim kemarau warga kami pasti kekurangan air bersih, kami terpaksa hidup dari sumber sumur yang ada walaupun bergantian, ada sekitar 5 sumur, namun tetap tidak cukup,” ucap Muslih, Kamis (17/10).
Dia berharap, bantuan air bersih daapt dilakukan oleh intansi terkait, sebab setiap tahun pada kemarau wilayah tersebut selalu krisis air bersih. “Kalau bisa setiap hari, jika tidak seminggu sekali, jika tidak bisa 1 bulan sekali, yang penting ada bantuan air” harapnya.
Sementara, Lembaga Pemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan Kelas II A Kediri datang memberikan bantuan Dropping air bersih di Dusun Tumpang, warga langsung berbaris dan menyiapkan timba dan jirigen airnya menunggu giliran diisi air bersih. Karena dalam sejarah, baru kali ini warga mendapat bantuan dropping air bersih.
“Kami bersyukur mas, baru kali ini dalam sejarah Dusun Tumpang ada dropping air bersih seperti ini, kami juga berharap pada pemerintah agar dibuatkan semacam bendungan kecil untuk persedian saat kemarau panjang seperti ini,” imbuh Muslih.
Sementara itu menurut Kalapas Kelas II A Kediri, Kusmanto Eko Putro, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Dharma Karyadhika 2019 Lapas kepada masyarakat. Terutama saat ini adalah musim kemarau berkepanjangan sehingga sedang membutuhkan air bersih untuk keperluan hidup sehari hari.
“Ini bentuk kepedulian sosial kita, sebagai abdi negara dan dalam rangka Dharma Karyadhika 2019, kami memberikan bantuan 7500 Liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan untuk hidup sehari harinya, semoga dapat membantu,” tegas Eko.[van]

Tags: