Lama di Mobil Tahanan, Kuasa Hukum Ahmad Dhani Geram dengan JPU

Ahmad Dhani saat keluar dari mobil Kejaksaan dan menjalani sidang tuntutan atas kasusnya di PN Surabaya, Selasa (23/4).[abednego/bhirawa]

(Dinyatakan Bersalah dan Dituntut 1,5 Tahun Penjara)

PN Surabaya, Bhirawa
Sidang kasus vlog idiot dengan terdakwa Ahmad Dhani masuk agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (23/4). Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hari Basuki, frontman grup band Dewa 19 ini dituntut pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara.
Sebelum masuk di ruang sidang Cakra PN Surabaya Ahmad Dhani sempat berada lama di dalam mobil tahanan Kejaksaan. Kejadian itu pun menjadi sasaran kemarahan dari salah satu kuasa hukum Dhani, yakni Novi Manaban. Novi mempertanyakan alasan Jaksa Penuntut Umum (JPU) membiarkan kliennya di dalam mobil tahanan.
“Ini proses hukumnya tidak benar, kan bukan teroris (Ahmad Dhani, red). Kalau tidak dikeluarkan segera, kembalikan saja ke Medaeng,” teriak Novi Manaban meminta JPU mengeluarkan Dhani dari mobil tahanan.
Setelah hampi 30 menit, jaksa akhirnya mengeluarkan Dhani dari dalam mobil tahanan, menuju ruang sidang Cakra PN Surabaya. Ditanya mengenai kabar dirinya, Dhani hanya menjawab “Salam ke BPN (Badan Pemenangan Nasional),” ucapnya.
Pada sidang, tuntutan terhadap suami Mulan Jameela ini dibacakan oleh JPU Hari Basuki. Menurut jaksa, perbuatan Ahmad Dhani yang memposting video blog atau disebut vlog kasus idiot, dianggap telah memenuhi unsur pidana sebagaimana tertuang dalam Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang RI no 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Dalam pertimbangan jaksa, adapun hal yang memberatkan, yakni terdakwa tidak mengaku bersalah atas kasus yang didakwakan padanya. Selain itu, perbuatan terdakwa juga menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan dalam upaya hukum kasasi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan.
“Menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana selama 1 tahun 6 bulan penjara,” kata Jaksa Hari Basuki dalam tuntutannya.
Terkait dengan tuntutan Jaksa ini, kuasa hukum Ahmad Dhani, Sahid mengaku akan menyusun pembelaan untuk kliennya. “Kami mohon waktu selama dua minggu untuk memantapkan pledoi,” ungkapnya.
Usai menjalani persidangan, Dhani yang kembali dibawa ke mobil tahanan pun berteriak “Prabowo menang,” teriaknya. Bahkan dirinya juga berpesan kepada BPN untuk menjaga dan mengawal KPU (Komisi Pemilihan Umum).
“Masyarakat dan rakyat alam semesta mengawal KPU. Itu pesan saya kepada BPN untuk membuat suatu forum rakyat mengawasi KPU,” ucap Dhani sembari menuju mobil tahanan Kejati Jatim. [bed]

Tags: