Lahan Produksi Garam Bertambah, Target Tahunan Bisa Terpenuhi

Para petani tambak garam di pesisir utara Mandaranrejo Kota Pasuruan saat menggarap lahannya, Selasa (29/10).

Pasuruan, Bhirawa
Lahan produksi garam di Kota Pasuruan dari tahun ke tahun terus bertambah. Bertambahnya lahan garam itu, tentu akan berpengaruh pada hasil produksi. Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Imron Rosadi menyatakan tahun 2018 lalu luas lahan garam mencapai 120,74 hektar. Sedangkan tahun ini, mencapai 126,24 hektar.
“Tahun ini tambak garam di Kota Pasuruan bertambah. Sebelumnya, tercatat ada sebanyak 52 petani tambak. Tahun ini menjadi 59 petani tambak. Dengan total luasan tahun ini 126,24 hektar, sebelumnya hanya 120,74 hektar,” ujar Imron Rosadi, Selasa (29/10).
Menurut Imron, bertambahnya lahan garam di Kota Pasuruan akan berpengaruh pada hasil produksi. “Hasil produksinya nanti, bakal bertambah. Sehingga produksi garam tahun ini melampaui target yang ditentukan,” kata Imron Rosadi.
Adapun penghasil garam yang ada di Kota Pasuruan bersasal dari Kelurahan Blandongan, Kepel dan Tapaan di Kecamatan Bugul Kidul. Kemudian, Kelurahan Panggungrejo, Mandaranrejo, dan Ngemplakrejo di Kecamatan Panggungrejo dan satu Kelurahan di Kecamatan Gadingrejo.
“Untuk tenaga pendamping, kami tak akan menambah. Hal itu dikarenakan jumlah yang ada saat ini sudah maksimal. Tugas pendamping adalah mendampingi petani tambak mulai dari masa tanam hingga panen. Termasuk mengakomodasi kebutuhan tambak,” jelas Imron Rosadi. [hil]

Tags: