Kurir Sabu Asal Malaysia Divonis 17 Tahun Penjara

Terdakwa Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee, kurir sabu asal Malaysia divonis 17 tahun penjara di PN Surabaya, Kamis (23,5). [abednego/bhirawa]

PN Surabaya, Bhirawa
Terdakwa Chia Kim Hwa dan Henry Lau Kie Lee tak bisa menutup kesediannya saat mendapat vonis 17 tahun penjara oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Dwi Purwadi, Kamis (23/5).
Kedua kurir sabu-sabu asal Malaysia ini harus menerima hukuman atas peredaran sabu seberat 1,05 kilogram. Hakim Dwi Purwadi menyatakan, keduanya terbukti melanggar Pasal 113 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Mengadili, menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti dalam kasus peredaran narkoba. Menjatuhkan pidana 17 tahun penjara terhadap kedua terdakwa, dan denda Rp 1 miliar,” kata Ketua Majelis Hakim Dwi Purwadi dalam putusannya.
Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko. Jaksa Winarko sebelumnya menuntut keduanya dengan pidana 20 tahun penjara. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 3 miliar subsider 10 bulan kurungan.
“Kami masih pikir-pikir dengan putusan dari Majelis. Nanti kami kordinasikan dulu dengan pimpinan apakah banding atau tidak,” ucap Jaksa Winarko.
Sementara itu, kedua terdakwa melalui pengacaranya, yakni Patni Palonda mengaku keberatan dengan putusan tersebut. Mereka meminta untuk banding. Namun, Patni Palonda menyarankan mereka agar tidak banding.
“Sudah sesuai sebenarnya dengan perbuatannya. Dan kalau melihat pasalnya mereka bisa terancam hukuman mati. Tapi, nanti kami kordinasikan dulu agar tidak banding,” pungkas Patni Palonda disambut ketukan palu Majelis Hakim yang menandai berakhirnya persidangan.
Seperti diketahui, kedua terdakwa ditangkap Polda Jatim di Hotel Choice BG Junction pada 19 Oktober 2018 lalu. Dari penangkapan itu, polisi menemukan sabu-sabu seberat 1,05 kilogram. Mereka berencana akan mengantarkan sabu-sabu kepada bandar di Surabaya yang belum diketahui identitasnya.
Keduanya menjadi kurir setelah diperintah bandar asal Malaysia bernama Sihai yang kini masih buron. Dari pengantaran itu, mereka dijanjikan akan mendapatkan upah 10 ribu ringgit. Chia dan Henry sebelumnya berkenalan dengan Sihai melalui aplikasi pesan singkat.
Dalam percakapan Maya, bandar narkoba tersebut membohongi kedua terdakwa dengan menjanjikan akan diperkerjakan di Hongkong.
Janji itu membuat para terdakwa tertarik. Mereka lalu terbang naik pesawat dari Serawak ke Kuala Lumpur atas permintaan Sihai. Sesampai di Kuala Lumpur keduanya diminta mengurus administrasi dan dokumen keimigrasian. Tapi, bukannya malah dipekerjakan di Hongkong, keduanya justru diterbangkan ke Surabaya sembari membawa paket sabu-sabu.
Keesokan harinya, kedua terdakwa tiba di Bandara Juanda. Mereka lalu menginap di Hotel Choice yang sudah dipesankan seorang kolega Sihai.
Sihai memberikan pesan akan ada ada seseorang yang datang untuk mengambil paket. Setelah itu, mereka ditangkap Polda Jatim dengan barang bukti empat paket sabu-sabu. [bed]

Tags: