KPU Kota Mojokerto Imbau Bantuan Doa Seluruh Masjid dan Gereja

Almarhum Ismani (55) Petugas Linmas Bernama Ismani (55)  Kota Mojokerto yang gugur saat mengantarkan kotak suara dari TPS 03 ke Kelurahan Surodinawan, Kota Mojokerto. [kariyadi/bhirawa]

(Petugas Pemilu Gugur dan Sakit)

Kota Mojokerto, Bhirawa
KPU Kota Mojokerto meminta bantuan dengan mgirim surat ke setiap masjid dan gereja di Kota Mojokerto. Dlam surat itu, KPU minta  bantuan pada Takmir Masjid dan Pengurus Gereja, untuk menggelar Salat Gaib dan Doa Kebaktian bagi para petugas Pemilu 2019 yang telah gugur maupun sedang sakit. Surat itu dikirim ke masing-masing Takmir Masjid dan Pengurus Gereja, Kamis (25/4).
Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin, menyebut Pemilu 2019 merupakan hajat nasional, demi kepentingan bangsa dan negara.
Karena itu, kata Amin, duka keluarga Petugas Pemilu dari unsur Linmas, KPPS, PPS, dan PPK hingga Kepolisian, merupakan duka cita bersama, seluruh warga bangsa Indonesia.
“Tidak hanya ke Takmir Masjid saja, kami juga meminta bantuan doa dari pihak gereja, agar mendoakan semua Petugas Pemilu yang telah meninggal, termasuk yang sedang sakit, agar diberi kesembuhan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,” kata mantan jurnalis Televisi Nasional ini.
Surat yang sudah terkirim itu, diharapkan  saat Salat Jumat maupun saat Doa Kebaktian yang digelar Sabtu atau Minggu, umat Islam maupun Kristiani di masing-masing masjid dan gereja, bisa melakukan salat dan doa kebaktian.
“Salat atau doa kebaktian bisa disisipkan, sebelum atau sesudah salat atau kebaktian,” harap Amin.
Amin berharap bantuan Salat Gaib dan Doa Kebaktian itu menjadi salah satu wujud solidaritas nasional yang saat ini sedang diuji selama tahapan Pemilu 2019. Solidaritas ini diperlukan untuk merekatkan ikatan kebangsaan dan nasionalisme setiap warga bangsa-negara Indonesia.
“Jangan karena Pemilu, solidaritas nasional ini hilang,” pesan  Amin.
Di Kota Mojokerto, seorang Petugas Linmas Bernama Ismani (55), warga Lingkungan Pekuncen Gang 3, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, telah meninggal saat mengantarkan kotak suara dari TPS 03 ke Kelurahan Surodinawan. Ismani sempat dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, tepat di depan kantor Kelurahan Surodinawan. Namun Ismani sudah dinyatakan meninggal.
Selain bantuan salat dan doa, KPU Kota Mojokerto juga sudah mengirim data seorang petugas Linmas yang meninggal, dan dua orang Petugas KPPS yang sedang sakit dan dirawat di RS ke KPU RI.
“Kami tidak bisa membantu keluarga yang meninggal maupun sakit. Tapi KPU RI saat ini sedang mengupayakan ada santunan. Kita doakan saja keluarga tetap tabah, dan santunan terealisasi,” pungkas Amin. [kar]

Tags: