KPU Kabupaten Malang Lakukan Tahapan Rekapitulasi

Personel Polisi dari jajaran Polres malang saat melakukan pengawalan dan pengamanan pergeseran logistik Pemilu 2019 dari gudang KPU Kab Malang di wilayah Kec Pakisaji, kabupaten setempat ke gedung DPRD Kab Malang

Kab Malang, Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, pada Rabu (1/5), mulai melakukan tahapan rekapitulasi hasil perolehan suara ditingkat kabupaten, di Ruang Paripurna DPRD kabupaten setempat. Sehingga perlengkapan pemungutan suara Pemilu 2019 atau logistik pemilu, saat ini sudah di pindahkan ke gedung dewan dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian dari jajaran Polres Malang.
Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko, Rabu (1/5), kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya saat ini mulai melakukan rekapitulasi perhitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 tingkat kabupaten. Sedangkan rekapitulasi tingkat Kabupaten Malang ini, sudah kita jadwalkan pada hari ini. “Rekapitulasi hasil perhitungan suara ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah terpenuhi dari 33 kecamatan. Karena rekapitulasi ditingkat PPK sudah terpenuhi, selanjutnya kita lakukan rekapituklasi hasil perolehan suara ditingkat kabupaten,” jelasnya.
Sedangkan, lanjut dia, rekapitulasi yang kita lakukan saat ini, yaitu melakukan perhitungan hasil perolehan suara surat per-kecamatan. Sehingga setiap kecamatan punya giliran satu-persatu untuk dilakukan rekapitulasi yang disaksikan oleh empat saksi dari setiap partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019. Dan rekapitulasi ditingkat kabupaten yang dilakukan KPU ini, tentunya mendapatkan pengamanan yang sangat ketat dari pihak Kepolisian Polres Malang.
Pengamanan rekapitulasi hasil perhitungan suara ditingkat kabupaten terus mendapatkan penjagaan ketat dari personel Polisi, yang hal itu dibenarkan oleh Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Malang Kompol Sunardi Riyono, jika Polres Malang telah melakukan pengawalan dan pengamanan pergeseran surat hasil perhitungan suara Pemilu 2019 dari gudang KPU di wilayah Kecamatan Pakisaji hingga gedung DPRD Kabupaten Malang.
“Pihaknya melakukan pengamanan Pemilu 2019, sejak diselenggarakannya pemungutan suara hingga tahapan Pemilu selesai atau KPU sudah menetapkan jumlah suara Calon Presiden (Capres) dan Calon Legislatif (Caleg),” tuturnya.
Menurut Sunardi, pihaknya akan mengawal dan mengamankan jalannya proses rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Dan tak terkecuali memperketat setiap orang yang akan masuk ke gedung DPRD. Sedangkan pengamanan yang kita lakukan tidak hanya di dalam gedung dewan saja, tapi juga pengamanan di luar gedung selama proses rekapitulasi berlangsung.
Dia menegaskan, dalam pergeseran logistik Pemilu dari gudang KPU memuju gedung DPRD Kabupaten Malang, pihaknya saat melakukan pengamanan juga dibantu rekan-rekan dari anggota TNI. Sehingga KPU dalam melakukan rekapitulasi surat suara Pemilu tersebut, pengamanan dilakukan secara gabungan TNI/Polri. Dengan begitu, akan meminimalisir terjadinya insiden yang tidak kita inginkan saat proses rekapitulasi berlangsung. “Dan dalam pengamanan yang dilakukan TNI/Polri, tentunya setiap personel yang berjaga di dalam gedung maupun diluar gedung dewan bersenjata lengkap,” terangngya.
Pengamanan yang kita lakukan ini, kata Sunardi, yakni bertujuan untuk memastikan agar dalam proses rekapitulasi ditingkat kabupaten berjalan aman dan lancar. Sehingga personel TNI/Polri yang berjaga di gedung dewan harus meningkatkan kewasdaan dan tidak boleh lengah. Sebab, dalam pengawalan dan pengamanan proses jalannya Pemilu, sesuai dengan Standart Operasional Procedur (SOP).
“TNI/Polri menjalankan tugas pengamanan Pemilu, akan menindak tegas dan terukur kepada siapa saja yang mengganggu proses jalannya rekapitulasi hasil perhitungan suara. Karena rekapitulasi tersebut rangkaian dari proses Pemilu,” pungkasnya.[cyn]

Tags: