Kota Malang Segera Terapkan Tandatangan Elektronik

Pelatihan Analisis Kebutuhan dalam Rangka Penerapan Digital Signature atau Sertifikat Elektronic Bagi Perangkat Daerah di Hotel Grand Palace Malang, Selasa 25/6 kemarin

Kota Malang, Bhirawa
Tidak lama lagi Pemerintah Kota Malang akan segera menerapkan tandatangan elektronik. Pemanfaatan tandatangan berbasis digital ini pun semakin memantapkan langkah Kota Malang menuju Smart City seperti dalam visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2019-2023.
Sofyan Edi Jarwoko, wakil Wali Kota Malang, mengutarakan, upaya memanfaatkan tandatangan elektronik ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan Smart City.
Dia pun berharap jajaran Pemkot Malang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) aktif dan komitmen dalam menjalankan langkah yang diambil. Termasuk dalam memanfaatkan tandatangan elektronik dalam memberi layanan kepada masyarakat.
“Ini menjadi langkah kecil dari Pemkot Malang untuk memulai cita-cita yang sesungguhnya,” kata Sofyan Edi saat hadir dalam kegiatan Analisis Kebutuhan dalam Rangka Penerapan Digital Signature atau Sertifikat Elektronic Bagi Perangkat Daerah di Hotel Grand Palace Malang, Selasa 25/6 kemarin.
Pria yang akrab disapa Bung Edi ini juga menerangkan, dengan diterapkannya tandatangan elektronik yang mwnjadi bagian dari penrapan e-goverment, maka sistem pemerintahan akan semakin terbuka dan transparan. Selain itu juga menjadi pemerintahan yang akuntabel, partisipatif, dan demokratis.
“Harus ada komitmen OPD untuk bisa menerapkan ini bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Malang, Tri Widyani Pangestuti menyampaikan, penerapam tandatangan digital sudah dilakukan di lebih 100 kota dan kabupaten di Indonesia. Sedangkan di Jawa Timur sendiri, sudah ada slempat kota yang memanfaatkan perkembangan tekbologi tersebut.
“Malang Kota Malang yang menuju Smart City tidak boleh ketinggalan dan harus segera menerapkannya,” katanya.
Mantan Kadiskop UKM itu menjelaskan, layanan publik berbasis tandatangan elektronik memiliki sederet manfaat. Selain dapat mengurangi sampah kertas dan mengurangi biaya administrasi, juga dapat menjadikan sebuah layanan dilaksanakan secara transparan dan lebih cepat.
Karena melalui tandatangan elektronik, tandatangan daoat dilaksanakan kapan pun dan di manapun hanya melalui smartphone. Sehingga ke depan diharapkan tidak lagi ada alasan bagi OPD atau pemangku kepentingan saat memberi layanan kepada masyarakat.
“Saya ini sudah banyak ditagih sama Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil sampai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Karena dengan tandatangan elektronik, layanan publik jadi lebih mudah dan cepat,” imbuhnya.
Dengan layanan yang lebih prima dan super cepat itu, menurutnya masyarakat akan lebih terbantu dalam mengurus berbagaiacam jenis dokumen publik. Selain itu, setiap data yang mengalami perubahan juga dapat diakses ecara lebih terbuka lagi.
Dia pun menegaskan, dalam waktu dekat pemanfaatan tandatangan elektronik itu akan segera dilaksanakan. Sederet persiapan sudah dilakukan Kominfo, dan akan dilaksanakan memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Karena kerahasiaan dokumen harus tetap diutamakan. Nantinya juga digarapkan tidak ada pemalsuan tandatangan dengan diterapkannya tandatangan elektronik tersebut,” tutup Yani.
Lantas, seberapa aman kah layanan tanda tangan elektronik itu nantinya? Terutama berkaitan dengan kerahasiaan dan nilai keabsahan dari setiap tanda tangan yang dilakukan secara digital tersebut.
Kepala Layanan Sertifikat Elektronik Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sandy Prasetyawan menyampaikan, tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum yang sama dengan tanda tangan konvensional. Selain itu, tanda tangan elektronik juga memiliki kerahasiaan bertingkat dan lebih susah untuk dipalsukan.
Menurutnya, tanda tangan elektronik ini memiliki ID dan saat akan memggunakannya harus dengan memasukkan password atau kata sandi. Sehingga sangat tidak mudah untuk dipalsukan, dan lebih aman.
Ia yang menjadi narasumber dalam pelatihan Analisis Kebutuhan dalam Rangka Penerapan Digital Signature atau Sertifikat Elektronic Bagi Perangkat Daerah. Menyampailan bahwa tanda tangan digital itu, dilengkapi dengan informasi berkaitan dengan yang empunya tanda tangan. Seperti nama terang, ID, hingga email resmi dan jabatan yang bersangkutan. Sehingga sangat sulit untuk dipalsukan dan memiliki tingkat keamanan lebih.
Dia juga menekankan jika bentuk fisik tanda tangan elektronik tidak sama dengan tanda tangan konvensional. Melainkan dengan pola tersendiri menyerupai barcode. Karena memang tanda tangan elektronik tersebut berneda dengan tanda tangan yang di scan. Namun meski begitu, tanda tangan tersebut berkekuatan hukum sebagaimana peraturan yang ada.
Sandy menyampaikan, proses pembuatan tanda tangan elektronik dilakukan secara online. Sehingga, password yang dibuat juga tidak dapat diketahui selain oleh pihak yang membuat ID serta password itu sendiri.
“Selain dapat mempersingkat waktu dalam proses penyelesaian dokumen, tanda tangan elektronik juga mampu meminimalisir adanya pemalsuan tanda tangan,”pungkasnya. [mut]

Tags: