Korem 084 BJ Beserta Instansi Terkait Amankan Kunjungan Wapres RI

Danrem 084 BJ Kolonel Kav M Zulkifli memimpin apel kesiapan pengamanan VVIP Wapres RI beserta rombongan di Kodam V Brawijaya, Kamis (18/1).[abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla di Kota Surabaya pada Jumat (19/1) ini mendapat pengamanan ekstra dari instansi TNI, Polri dan Pemerintah. Tak terkecuali Korem 084 Bhaskara Jaya (BJ) yang menjadi leading sector (sector pemimpin) dalam pengamanan, sudah mempersiapkan personelnya dalam pengamanan kunjungan Wapres RI.
Kesiapan pengamanan oleh Korem 084 Bhaskara Jaya ditunjukkan dengan apel gabungan pengamanan VVIP di lapangan Makodam V Brawijaya, Kamis (18/1). Apel pengamanan ini melibatkan jajaran TNI AD, Al, AU, Polrestabes Surabaya, Pemerintah Daerah dan instansi terkait.
“Kita telah banyak melaksanakan pengamanan VVIP selama 2017. Di awal 2018 ini kita gelar kembali pengamanan VVIP kunjungan Wapres RI. Apa yang sudah menjadi tugas dan bagian masing-masing personel bisa dilaksanakan dengan baik, terutama dalam hal pengamanan,” kata Komandan Korem (Danrem) 084 Bhakara Jaya Kolonel Kav M Zulkifli selaku inspektur upacara, Kamis (18/1).
Sebagai Komandan Satgas Pengaman (Dansatgas) Zulkifli menekankan sinergitas antara unsur TNI, Polri, Pemda dan instansi terkait. Serta melakukan koordinasi bersama dalam menjalankan satuan fungsi pengamanan bagi kunjungan Wapres RI. “Tetap jaga kewaspadaan dan kepekaan. Jangan sampai lengah dalam melaksanakan PAM VVIP,” tegasnya.
Almumnus Akmil 1991 ini menambahkan, kewaspadaan dan kepekaan dibutuhkan selama bertugas mulai dari kegiatan awal kedatangan, di lokasi kegiatan dan kembalinya.
Selain itu, lanjut Zulkifli, personel yang ada di lapangan harus melaksanakan setiap perintah yang diberikan pimpinan dalam PAM VVIP.
“Setiap tindakan yang dilakukan harus selalu dikoordinasikan dengan satuan tugas, maupun instansi terkait. Hal ini demi kelancaran operasional tugas kita bersama,” ucapnya.
Pria asal Jambi ini juga mengingatkan agar personel yang melaksanakan PAM VVIP ini harus berpedoman pada rundown kegiatan. Artinya, bisa masuk ke posisi lebih awal sebelum kegiatan dimulai. Hal ini tentunya akan bisa memberikan waktu bagi personel PAM dalam mempelajari situasi terkait dengan tugas dan tanggungjawabnya.
“Saya ingatkan lagi, keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama kita. Jangan pernah ragu dalam melaksanakan tugas, kita adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Zulkifli berpesan, nantinya setelah transit ke Bandara Juanda, Wapres RI beserta rombongan akan menggelar kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Surabaya. Dan pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan pengamanan dan pengawalan rombongan Wapres RI.
Untuk diketahui Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan membuka Tanwir 1 Aisyiyah di Gedung At-Tauhid Universitas Muhammadiyah Surabaya, 19-21 Januari. Salah satu yang jadi pembahasan dalam tanwir mengenai kesenjangan ekonomi yang masih dihadapi oleh mayoritas masyarakat Indonesia.
Indonesia yang sudah memasuki usia 72 tahun masih menghadapi permasalahan yang krusial yaitu masalah perekonomian dan kebijakan negara makin memarginalkan kelompok miskin. Dan yang paling merasakan dampak dari kemiskinan adalah kelompok perempuan dan anak-anak.
“Kemakmuran bangsa dan kesejahteraan rakyat merupakan bagian penting dari cita-cita nasional yang menjadi komitmen awal para pendiri bangsa,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Kamis (18/1).
Tanwir akan diikuti oleh 400 peserta dari pimpinan Aisyiyah se-Indonesia. Momentum tanwir, imbuhnya, akan menjadi momentum yang strategis untuk melakukan evaluasi dan merumuskan strategi implementasi dakwah Aisyiyah. [bed]

Tags: