Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto Study Banding ke DPRD Kota Tangsel

H. Sopi’i, S.P. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto memimpin rombongan study banding ke DPRD Tanggeran Selatan. [ kariyadi/bhirawa].

(Dalami Persoalan Tenaga Kerja, Pendidikan dan Kesehatan)

Kab Mojokerto, Bhirawa
Komisi IV DPRD Kabupayen Mojokerto menggelar Study Banding ke DPRD Kota Tangsel. Rombongan dipimpin H. Sopi’i, S.P. sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto
“Agendanya terkait : Pembahasan Raperda APBD TA. 2020 Bidang Kerja Ketenagakerjaan, Pendidikan dan Kesehatan,” terang politikus asal Fraksi Demokrat ini.
Rombongan dari Kabupaten Mojokerto diterima Kiblatulloh, S.H., M.Si. Kepala Biro Hukum dan Perundangan Sekretariat DPRD Kota Tangerang Selatan) dan Drs. Azwar Annas, S.Pi.
“Kita sudah tahu, Kota Tangerang Selatan itu daerah perbatasan DKI Jakarta. Kota itu dinamikanya beda dengan di daerah. Dijelaskannya, angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan termasuk terendah yang pertama di Banten,” jelas Kiblatulloh.
Menurutnya, pengangguran merupakan masalah klasik yang akan terus ada di tiap daerah. Namun, bukan berarti pihaknya berpangku tangan. Berbagai upaya terus dilakukan mengurangi angka itu.
Salah satunya dengan membuat job fair dan membuka Balai Latihan Kerja (BLK) dengan tujuh bidang kerja, seperti montir, perhotelan, dan menjahit. Kedua upaya ini dinilai sukses menekan pengangguran.
“Para tenaga kerja asing ini, kebanyakan menjadi tenaga ahli. Bukan buruh kasar. Tetapi, kalau ada orang kita yang memang dianggap mumpuni untuk posisi itu, biasanya mereka pakai lokal” tutur Kibaltullah,
Dijelaskannya, para pengangguran di kota itu didominasi lulusan SMP, SMA/SMK, hingga sarjana. Tingginya angka pengangguran tidak berbanding lurus dengan jumlah lowongan kerja yang ada.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan angka pengangguran di Kota Tangerang Selatan terus bertambah di antaranya jumlah lowongan kerja yang disediakan perusahaan hanya 4.036 lowongan/tahun” terangnya,
Pengentasan masalah pengangguran itu dibutuhkan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
Pemerintah memiliki PR menyediakan lapangan kerja bagi 70 ribu orang, meskipun banyak industri berada di Kota Tangerang. Oleh karenanya hal tersebut menjadi tantangan bagi kami, untuk bisa memenuhi kompetensi warga mendapatkan lapangan kerja, siapa pun yang ada di Kota Tangerang Selatan harus berbuat sehingga angka pengangguran itu bisa lebih ditekan.
Selain membuka lapangan kerja, solusi untuk mengatasi pengangguran di Kota Tangerang Selatan adalah dengan entrepreneurship atau membuatkan program kewirausahaan untuk masyarakat banyak.
Entreprenership untuk lebih mendorong masyarakat agar memiliki daya saing dan memiliki kemandirian. Terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah terbuka lebar.
“Kami juga akan fokus pada program entrepreneurship untuk mengatasi persoalan pengangguran. Nanti di sekolah akan diberikan materi kewirausahaan, tapi sifatnya lebih ke workhsop” terangnya .
Aplikasi Siap Kerja Untuk Mencari Lowongan Pekerjaan sudah dipersiapkan dengan nama “Siap Kerja” sebagai wadah bagi para penganggur untuk mendapatkan informasi tentang lowongan kerja di Kota Tangerang Selatan yang mudah digunakan. “Aplikasi ini juga didukung dengan kolom jenis pekerjaan bagi para pelamar. Selanjutnya adalah dengan menyediakan BLK untuk mereka yang ingin menekuni keterampilan tertentu”. {adv.kar]

Tags: