Kisah Dermawan Chairil Saleh, Sekcam Sumbermalang, Situbondo

Chairil Saleh saat mengunjungi pasien tak mampu di salah satu ruang perawatan RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

Selalu Terenyuh Ketika Melihat Penyakit Kronis yang Diidap Warga Situbondo

Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Posturnya tinggi besar dan memiliki perawakan sangar. Ditambah kumisnya yang tebal bakal membuat orang takut untuk menyapanya, karena terkesan galak. Padahal dibalik itu semua, dia memiliki jiwa yang santun, lembut dan dermawan. Dia tak segan turun langsung membantu warga kurang mampu yang sedang tertimpa kesusahan.
Dia adalah Chairil Saleh, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Di tengah kesibukannya sebagai sekcam, Chairil Saleh selalu meluangkan waktu untuk menjenguk pasien yang kurang mampu. Seperti saat Bhirawa menemuinya di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, dia masih terlihat berbincang santai dengan salah satu pasien miskin yang menderita penyakit gagal ginjal, Sutriyati. “Bu Sutriyati sudah beberapa hari menjalani rawat inap di rumah sakit. Saya hanya menjenguknya,” katanya.
Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Pada Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Situbondo itu mengatakan, keberpihakan dirinya untuk selalu membantu warga miskin dan pasien penderita penyakit kronis sudah lama ia jalani. Kiprah sosialnya itu kian tumbuh setelah adanya GPS (Gerakan Peduli Sosial) Kabupaten Situbondo yang belum lama ini di resmikan di Kota Santri.
Chairil Saleh bertambah bulat untuk fokus membantu kaum duafa setelah bertemu dengan M Aryo, sosok aktivis sosial kenamaan asal Kabupaten Situbondo. “Saya lambat laun banyak tahu penanganan pasien tak mampu dari dia (M Aryo). Sejak saat itu saya selalu menjalin komunikasi dan koordinasi penanganan warga miskin yang sakit tersebut,” paparnya.
Dimata Chairil Saleh, berbuat kebajikan terhadap sesamanya terutama bagi kaum tak mampu merupakan suatu kewajiban yang harus ia lakukan. Selagi masih mampu dan bisa, urai Chairil Saleh, ia sempatkan untuk menyalurkan bantuan secukupnya, termasuk apa saja kebutuhan lain yang dialami kalangan fakir miskin di kala mendapatkan cobaan dari Sang Ilahi. “Kami terus terang sangat terenyuh ketika melihat warga miskin sedang menderita penyakit kronis. Terutama bagi warga Situbondo yang mengalami penyakit berat,” ungkapnya.
M Aryo, aktivis sosial yang tergabung dalam wadah organisasi GPS Situbondo mengakui kiprah keberpihakan sosok Chairil Saleh yang selalu membantu penanganan perawatan bagi warga Situbondo tak mampu yang mengidap penyakit kronis.
Ada banyak warga yang sudah dibantu Chairil Saleh, baik pendanaannya dan kebutuhan mendesak lainnya. “Saya sangat angkat topi atas jiwa sosial Chairil Saleh. Setiap ada warga miskin sakit yang saya dampingi, hampir pasti dia (Chairil Saleh) langsung membantunya,” katanya.
Aryo mencontohkan, salah satu wanita paro baya asal Desa/Kecamatan Jangkar Situbondo yang menderita tumor payudara serta warga tak mampu asal Desa Sumberanyar Kecamatan Banyuputih Situbondo berhasil dibantu Chairil Saleh hingga proses bedah operasinya selesai. Tak hanya itu, aku Aryo, dua anak yatim piatu di Situbondo yang tidak punya tempat tinggal juga dibantu Chairil Saleh. “Rumah anak yatim piatu itu langsung dibedah oleh Chairil Saleh,” ujar Aryo.
Papank rekan sejawat Aryo di GPS Situbondo juga mengakui jiwa kedermawanan yang dimiliki Chairil Saleh terhadap nasib orang miskin dan orang sakit dalam beberapa tahun ini. Salah satu buktinya, kata Papank, Sutriyani warga penderita gagal ginjal asal Jalan Basuki Rahmat, RT 04/04 Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji Situbondo, langsung dibantu Chairil Saleh termasuk semua biaya penanganan medisnya selama menjalani perawatan di RSUD Situbondo.
“Sutriyani ini di bawa oleh tim relawan kesehatan Situbondo ke Puskesma Panji. Karena saat itu kondisi pasien kian kritis, kami langsung merujuk ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo,” pungkas Papank seraya mengakui Sutriyani sudah di perbolehkan pulang dan seluruh biaya di tanggung oleh Chairil Saleh. [Sawawi]

Tags: