Kinerja Ekspor Provinsi Jawa Timur Mei 2019 Ada Kenaikan 15,30 Persen

Pemprov Jatim, Bhirawa
Ekspor Jatim bulan Mei 2019 mengalami kenaikan sebesar 15,30 persen dibandingkan bulan April, yaitu dari USD 1,57 miliar menjadi USD 1,81 miliar. Sementara dibandingkan Mei 2018, nilai ekspor justru turun sebesar 0,31 persen.
“Dari data itu, cukup menggembirakan kinerja ekspor di bulan Mei 2019, ada peningkatan hingga 15,30 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim, Teguh Pramono menyampaikan rilis, kemarin.
Dipaparkannya, peningkatan nilai ekspor Mei 2019 tersebut lebih disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang naik lebih besar walaupun ekspor migas mengalami penurunan. Apabila dibandingkan bulan sebelumnya ekspor komoditas nonmigas naik sebesar 16,59
persen, yaitu dari USD 1,48 miliar menjadi USD 1,72 miliar.
“Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 95,00 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Mei 2018, nilai ekspor nonmigas juga naik sebesar 2,64 persen,” katanya.
Hal sebaliknya terjadi pada komoditas migas yang turun sebesar 4,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari USD 95,13 juta menjadi USD 90,56 juta pada bulan Mei. Komoditas migas menyumbang 5,00 persen total ekspor Jawa Timur. Dibandingkan Mei 2018 nilai ekspor migas juga turun sebesar 35,58 persen.
Dikatakannya, barang perhiasan dari logam mulia lainnya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak merupakan komoditas ekspor dengan nilai tertinggi di bulan Mei 2019 sebesar USD 123,72 juta. Komoditas ini dominan diekspor ke Singapura sebesar USD 48,12 juta. Peringkat kedua ditempati oleh Tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda dengan nilai ekspor sebesar USD 115,30 juta yang dominan diekspor ke Malaysia sebesar USD 44,13 juta. Peringkat ketiga adalah minyak petroleum mentah dengan nilai ekspor sebesar USD 89,66 juta.
Komoditas ini utamanya diekspor ke Thailand sebesar USD 67,24 juta. “Hidrokarbon siklik psilena, merupakan komoditas yang mengalami kenaikan persentase ekspor paling tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu menjadi USD 28,48 juta setelah bulan sebelumnya USD10,46 juta atau naik sebesar 172,25persen.
Sementara itu penurunan persentase ekspor terbesar terjadi pada komoditas kertas dan kertas karton lainnya, tidak mengandung serat dari jenis yang digunakan untuk menulis, mencetak dan keperluan grafik lainnya dengan sisi tidak melebihi 36 cm dalam keadaan tidak dilipat, dengan nilai ekspornya mencapai USD 22,54 juta setelah bulan sebelumnya mencapai USD 24,37 juta atau turun sebesar 7,50 persen.
Komoditas terbesar ekspor barang perhiasan dari logam mulia lainnya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak, mempunyai peranan terhadap total ekspor Mei 2019 sebesar 6,83 persen. Tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda berkontribusi sebesar 6,36 persen dan minyak petroleum mentah berkontribusi sebesar 4,95 persen dari total ekspor Mei 2019.
Secara kumulatif selama Januari-Mei 2019, komoditas terbesar ekspor adalah barang perhiasan dari logam mulia lainnya, disepuh atau dipalut dengan logam mulia maupun tidak, yang memberikan kontribusi eksporsebesar 9,15 persen.
Disusul komoditas tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda, dengan peranan sebesar 4,77 persen. Peringkat ketiga adalah komoditas minyak petroleum mentah dengan peranan sebesar 4,33 persen.
Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Jepang adalah negara tujuan utama ekspor Jatim bulan Mei 2019, disusul Amerika Serikat dan Tiongkok. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jatim ke Jepang mencapai USD 272,24 juta, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat dan Tiongkok berturut-turut mencapai USD 251,80 juta dan USD 226,75 juta.
Sementara, kawasan negara ASEAN masih menjadi tujuan utama ekspor nonmigas Jatim selama bulan Mei 2019, dengan kontribusi sebesar 17,39 persen. Malaysia menjadi negara utama dengan peranan sebesar 5,66 persen dari total ekspor nonmigas Jatim, diikuti Singapura dengan peranan sebesar 4,89 persen dan Vietnam dengan peranan sebesar 2,92 persen. Ekspor nonmigas bulan Mei ke Malaysia sebesar USD 97,40 juta. Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 9,55 persen pada bulan ini. Ekspor ke kawasan ini, diantaranya ke Belanda sebesar USD 46,22 juta dan diikuti ekspor ke Jerman sebesar USD 27,77 juta. [rac]

Tags: