Ketua Fuqing Internasional Resmikan Madrasah Bantuan Fuqing di NTB

Dr.Alim Markus Ketua Fuqing Internasional saat memberikan sambutan pada acara peresmian

Surabaya, Bhirawa
Gedung Madrasah Yurong (persatuan) yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Hikmatusysyarief. NW., Salut Desa Selat, Lombok Barat, NTB, Minggu (22/9/2019) pagi diresmikan oleh Gubernur NTB , DR. H. Zulkifliemansyah, M.Sc. Turut meresmikan gedung 3 lantai tersebut, DR Alim Markus, Ketua Perkumpulan Fuqing Internasional beserta jajarannya.
Selain gubernur, tampak hadir perwakilan Polda NTB, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, M.Si, Ketua Fuqing Jatim Sudijanto Admodjo, Ketua Harian Fuqing Jatim Drs. Herman Halim MBA beserta pengurus lainnya, Sekjen PBNW TGH Hasanain Djuiaini, Lc, MH, DR. TGH. Sholah Sukarnawadi, MA serta undangan lainnya.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan, terima kasih kepada Alim Markus yang sekaligus juga Presdir Maspion Group itu. “Kedatangan Pak Alim Markus selaku Ketua Perkumpulan Fuqing internasional telah memberikan berkah kepada lingkungan pondok ini. Akibat gempa Agustus 2018 lalu, lingkungan pondok ini rata dengan tanah, termasuk gedung madrasah. Alhamdulillah dengan kedatangan Bapak Alim Markus ini, kini kita mempunyai gedung lagi. Jauh lebih baik dibandingkan gedung madrasah yang lama. Cukup banyak pengusaha yang terus membangun Lombok pasca gempa,” katanya.
Malah ada konglomerat dari Korea Selatan yang siap membangun kembali Lombok Utara. “Saya kaget, malam-malam sang konglomerat itu mengutarakan kecintaannya kepada Lombok. Sampai-sampai dia mengatakan kalau dirinya ingin menghembuskan nafas terakhir (meninggal) di Lombok. Mengapa? Dia mengatakan, karena warga Lombok yang ramah dan mementingkan rasa persaudaraan. Sama juga dengan Pak Alim Markus yang datang tidak hanya membawa atau membangun gedung pendidikan, tetapi juga mencarikan jalan keluar para lulusannya dengan mendidiknya sebagai entrepreneur muda,” katanya.
Sang konglomerat mengatakan, setiap ada undangan di Lombok sang kolomerat selalu hadir. Lalu Gubernur menanyakan apa alasannya, konglomerat tersebut mengatakan, biasanya kalau dia diundang di beberapa tempat pasti yang pertama diminta, yakni sumbangan, tetapi kalau di Lombok pertama yang disodorkan, yakni persaudaraan, sehingga sang kolomerat senang berada di Lombok. Ada sisi kemanusian di Lombok, sehingga menghadirkan ketenangan dan kedamaian. “Saya senang kalau Pak Alim Markus nantinya menghembuskab nafas terakhir di Lombok, seperti keinginan konglomerat Korea. Ini bentuk kecintaan warga Lombok kepada Bapak Alim Markus,” kata Gubernur disambut tepuk tangan para hadirin.
Lebih lanjut gubernur mengatakan, banyak pengusaha, tetapi pengusaha yang mempunyai kepedulian sesama seperti Bapak Alim Markus tak banyak. Karena itu, atas nama rakyat NTB, gubernur mengatakan terima kasih atas terbangunnya gedung madrasah ini, sehingga siswa dapat melangsungkan pendidikannya dengan lebih baik. “Pak Alim Markus telah memberikan semangat di dunia pendidikan. Sebagai rasa terima kasih, mari kita tingkatkan semangat belajar kita,” pungkas gubernur.
Sementara itu, Bupati Lombok, Fauzan Khalid mengatakan, saya tadi membaca buku Pak Alim Markus yang salah satu menyebutkan bahwa
kekayaan itu ibarat angka nol. Kalau menciptakan angka nol terus berarti semakin menumpuk kekayaan. Hanya saja seharusnya orang kaya itu harus juga mencetak angka 1 (satu). Angka satu ini berarti orang kaya itu mempunyai jiwa kebersamaan. Jiwa yang peduli hingga jiwa untuk peduli sesama. “Nah Pak Alim Markus ini saya rasa tidak hanya mencetak angka nol, tetapi juga angka satu. Buktinya gedung madrasah yang megah ini berdiri atas uluran tangan Pak Alim Markus.,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan, kalau pemimpin tak mempunyai angka satu, tak gunanya bagi masyarakatnya, maka pemimpin itu gagal untuk menjadi pemimpin.
Kebersamaan.
Alim Markus dalam sambutannya mengatakan bahwasanya warga Fuqing dimana saja menganggap semua manusia dimananpun berada adalah saudara. Jadi kalau ada umat manusia mendapat musibah, maka yang lainnya harus membantu. Nah disinilah Perkumpulan Fuqing datang untuk membantu. Juga demikian dengan datangnya musibah gempa Agustus 2018 yang meluluhlantakan Lombok. Bangunan hancur. Gedung pendidikan banyak yang hancur, termasuk madrasah yang ada di lingkungan pondok ini rata dengan tanah. Karena itulah warga Fuqing di seluruh dunia peduli dengan sesama dengan membangun kembali gedung madrasah yang lebih baik lagi. Dengan harapan anak-anak didik bisa menuntut ilmu dengan baik.
“Tema peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 yakni meningkatkan SDM untuk Indonesia menuju kemakmuran. Bertolak pada kenyataan ini, warga Fuqing dunia membantu yang berkaitan dengan pendidikan, yakni pembangunan gedung. Saya menghimbau kepada kalangan pengusaha dimanapun berada untuk memberikan bantuan untuk membangun Lombok kembali,” kata Alim Markus.
Saatnya kita peduli sasama, kata Alim Markus, dengan membantu sesama berarti kita semakin memperkuat persatuan dan kesatuan negara kita, Indonesia. “Mengapa Fuqing membatu di sektor pendidikan? Karena pendidikan mempunyai korelasi dengan kecerdasan bangsa. Kalau bangsanya cerdas, ekonominya juga akan bagus,” kata Alim Markus.
Sekjen PBNW, TGH. Hasnain Djuiaini mengucapkan terima kasih atas uluran tangan Alim Markus, sehingga pondok ini kembali memiliki gedung sekolah yang representatif. Pasca gempa, positifnya banyak pondok menjadi lebih baik. Hingga saat ini, di bawah PBNW berjumlah 1.500 pondok dan dewan pendidikan yang tersebar di 21 provinsi di Indonesi. “Kami menyambut positif rencana Alim Markus untuk mencetak 1 juta entrepreneur UMKM. Kami berharap dari jumlah tersebut berasal dari pondok ini,” katanya.
Ketua Yayasan Pondok H. Husnawandi, MH mengatakan, sekolah madrasah ini mempunyai luas sekitar 800 m2, tiga lantai. Dibangun mulai April 2019 dan diresmikan hari ini. Bangunan yang menelan sekitar Rp 3 miliar itu diberinama Yurong yang artinya Persatuan. Jumlah siswanya 600 siswa (TK hingga Madrsah Aliyah).(ma)

Tags: