Ketua DPRD Sidoarjo Ingatkan Pejabat JPT Pratama Terpilih Punya Komitmen

Sulamul Hadi Nurmawan. [alikus/bhirawa]

(Masalah Kemacetan dan Banjir Jadi Bahasan Netizen di Medsos )

Sidoarjo, Bhirawa
Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama 2019 Pemkab Sidoarjo, sudah mengumumkan hasil final seleksinya pada publik, pada 23 April 2019 lalu.
Namun Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, hingga kini belum menentukan pilihan hak Prerogatifnya dan melantiknya.
Ada JPT Pratama untuk formasi jabatan di Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, formasi JPT Pratama di Inspektorat, di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Kesehatan serta Dinas PU Bima Marga dan Sumber Daya Air (SDA).
Ketua DPRD Kab Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan, sempat berpendapat siapapun nantinya yang akan dipilih Bupati Sidoarjo, harus bisa mampu menjawab apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Sidoarjo, saat ini dan yang akan datang.
Menurut Wawan – panggilan akrab Ketua DPRD Kab Sidoarjo itu, bukan bermaksud untuk menafikkan bidang-bidang yang lain, tapi dari tulisan dan perbincangan Netizen di Media Sosial (Medsos) yang marak selama ini, ada dua masalah pokok yang selalu jadi bahan sorotan. Yakni masalah kemacetan jalan dan masalah banjir di Kab Sidoarjo.
“Saya bicara masalah yang saat ini terus jadi trend di Media Sosial, yakni masalah kemacetan jalan dan banjir, karena itu siapapun nanti yang dipilih Bupati untuk ngurusi bidang tersebut, harus bisa mampu menjawab apa yang dibutuhkan masyarakat Sidoarjo itu,” komentar Wawan, ditemui usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5) kemarin, di alun-alun Sidoarjo.
Wawan percaya dan yakin, pejabat yang akan dipilih Bupati Saiful Ilah itu, nanti akan mampu. Karena pejabat yang akan dipilih, adalah cerminan orang-orang baik dari yang terbaik pilihan. Yakni melalui proses seleksi lelang jabatan terbuka tahun 2019.
Pejabat di bidang tersebut, menurut Wawan, nanti haruslah selalu kreatif dan inovatif dalam membuat kebijakan. Kebijakannya harus dijalankan nyata, jangan hanya diatas kertas saja.
“Pejabat yang bersangkutan harus punya komitmen yang tinggi dalam mencari solusi menangani masalah kemacetan jalan dan masalah banjir di Sidoarjo,” pendapat Wawan sekali lagi.
Menurut politisi asal PKB ini, sebagai wakil rakyat yang punya fungsi controling, bisa saja pejabat yang bersangkutan setelah terpilih akan diundang untuk mengetahui sejauh mana konsep dan target kerjanya dalam mencari solusi penanganan masalah kemacetan jalan dan banjir di Sidoarjo. Agar kinerjanya terukur.
“Siapa pejabat yang terpilih, harus melangkah lebih cepat dan lebih maju, karena ini sangat ditunggu masyarakat Sidoarjo,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pansel JPT Pratama Sidoarjo, Drs Achmad Zaini MM, mengatakan saat ini tinggal menunggu kapan Bupati Sidoarjo akan menetapkan hasil seleksi JPT Pratama itu, kemudian melantiknya.
Menurut Zaini, dirinya berharap bisa secepatnya. Karena dengan kekosongan lama pada enam JPT Pratama selama ini di Kab Sidoarjo, akan bisa berpengaruh pada kinerja di OPD.
“Seperti ungkapan, ikan sepat ikan gabus, semakin cepat akan semakin bagus,” kata Zaini.
Ditanya apa nomor urut satu, hasil seleksi Tim Pansel JPT Pratama Sidoarjo otu pasti terpilih menduduki JPT Pratama Sidoarjo? Zaini mengaku tidak mesti. Sebab, semuanya tergantung pada hak Prerogatif Bupati.
“Belum pasti nomor urut satu dipilih Bupati, karena itu menjadi hak Prerogatif Bupati, karena Bupati yang memakainya nanti,” jelas Achmad Zaini, yang juga Sekdakab Sidoarjo itu.
Karena menurut Zaini, sebagaimana dalam aturan tentang ASN, ada pasal yang menyebutkan itu memang menjadi hak Prerogatif Bupati. Sehingga Bupati punya hak Prerogatif apa nanti memakai nomor urut satu, nomor urut dua atau bahkan nomor urut tiga.
Dirinya juga menegaskan, meski dalam peserta JPT Pratama Sidoarjo 2019 itu ada menantu dari Bupati Sidoarjo, Zaini menjamin Tim Pansel tetap bekerja profesional dan menjamin keobyektifan hasil penilaian mereka tersebut.
“Saya menjamin obyektivitas hasil penilaian Tim Pansel, saya bertaruh,” tegas Zaini.
Dirinya juga mengatakan, kalau hasil seleksi Tim Pansel JPT Pratama itu, melalui surat Bupati Sidoarjo, juga dikirimkan kepada Komisi ASN di Jakarta, pada 25 April 2019 lalu.
Surat Bupati tersebut akan bisa sebagai referensi bagi Komisi ASN, untuk mengetahui proses seleksi JPT Pratama 2019 di Kab Sidoarjo. Mulai dari proses perencanaan, pengumunan, seleksi dan penetapan.
Apabila dalam proses itu sampai ditemukan kejanggalan dan sebagainya, maka pasti akan dikembalikan.
Sebagaimana surat pengumuman seleksi Pansel JPT Pratama Sidoarjo 2019, yang ditetapkan pada 23 April lalu, menetapkan pada formasi jabatan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, calonnya adalah, Beny Airlangga Yogaswara SH MH ( Kabag Pembangunan Setda), Sabino Mariano SSos MKP ( Kabid pengelolaan Informasi Adminduk Dispenduk), Chusnul Inayah SE ( Kabag Perekonomian dan SDA Setda ).
Formasi jabatan di Inspektorat calonnya adalah, Andjar Surjadianto SSos ( Sekretaris Inspektorat), DR Tirto Adi MPd (Sekretaris Dikbud), Sugiarti SSos ( Auditor Madya Inspektorat ).
Formasi jabatan di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) calonnya adalah, Ridho Prasetyo SSTP MAP (Camat Sedati), Heru Edi Susanto SSTP MM ( Kabid Pengembangan dan Pendataan BPPD), Drs Ahadi Yusuf MSi ( Kabag Organisasi Setda).
Formasi jabatan di Dinkes, calonnya Drg Syaf Satriawarman Sp Pros (Sekretaris Dinkes), DR Samuel Indrayana SSos MM ( Kabag SDM dan Diklat RSUD), dr Laksmi Herawati MKes ( Kabag Perencanaan dan Pemasaran RSUD).
Formasi jabatan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, calonnya adalah M. Ainur Rahman AP MSi ( Camat Sukodono), Drs Redy Kusuma MA ( Sekretaris Dispendukcapil), Ir Trisnanto Edi Wibowo MT ( Sekretaris Dispora ).
Formasi Jabatan di Dinas PU Bima Marga dan SDA, calonnya adalah DR Sanadjitu Sangadji SSos MT ( Kabag Pengadaan Barang Jasa Setda), Ir Edi Kurniadi ST MT ( Kabid Tata Lingkungan dan Pengendalian DLKH), Ir Sunarti Setyaningsih MM (Sekretaris PU Bima Marga dan SDA). (kus)

Tags: