Ketua DPRD Kholifi Yunon Dorong Kota Kediri Jadi Kawasan Perdagangan

Penyampaian Visi Misi Wali Kota di ruang sidang DPRD Kota Kediri

Kota Kediri, Bhirawa
Dalam pembacaan visi dan misi Wali Kota dan Wawali Kota Kediri periode 2019-2024 yang dilakukan pada Jumat (3/4) lalu, Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon bakal mendukung penuh visi dan misi yang menjadikan Kota Kediri menjadi kawasan perdagangan.
Hal ini diingkapkan olehnya usai rapat paripurna pembacaan visi misi, menurutnya visi misi Wali Kota ini cukup bagus dan bakal menjadikan kota kediri menjadi lebih baik lagi “Saya kira ini cukup bagus, dan wali kota berharap ini menjadi solusi bagi kota kediri dalam rangka memperbaiki dan kontribusi terhadap pemprov dan NKRI, ” terangnya.
Lebih lanjut, menurutnya dalam visi musi ini penekanan terhadap pembangunan yang berpatisipatif , mendorong kefiri sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi sebagai kawasan perdagangan,” kami berharap kota kediri kedepan memperhatikan pertumbuhan ekonomi , mendorong menjadi kawasan pedagangan, karena ini potensi yang ada di kota kediri, kawasan yang nyaman ditinggali oleh warga kota ” ujarnya
Visi yang diusung pasangan Mas Abu-Ning Lik di periode kedua ini adalah Kota Kediri Unggul dan Makmur dalam Harmoni. Visi tersebut juga didukung empat misi. Diantaranya: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas berorientasi pada pelayanan prima dan teknologi informasi, Mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing berbasis nilai agama dan budaya, memperkuat perekonomian daerah yang berbasis potensi unggulan daerah dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkeadilan serta mewujudkan Kota Kediri yang aman, nyaman dan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, Mas Abu-Ning Lik memiliki sepuluh program unggulan. Yakni, Prodamas Plus, _service city card_ , _open and clean government_ , asuransi kesehatan _universal_ , _home care_ kondisi darurat lansia dan balita, pendidikan gratis dan berkualitas, pengembangan usaha milik RW atau koperasi RW, penciptaan 15.000 wirausaha baru, 1 kelurahan 1 RTH dan Kampung Keren (kreatif dan independen).
Selain itu, Mas Abu menyebutkan tantangan pembangunan Kota Kediri tahun 2019-2024. Seperti, peningkatan IPM Kota Kediri menjadi tiga tertinggi di Jawa Timur, menyongsong pembangunan tol Kediri-Nganjuk dan Bandara Kediri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan pembangunan _ring road_ Kota Kediri, mendorong terwujudnya Jembatan Mrican untuk mengurangi kemacetan, mewujudkan Kota Kediri yang bersih, indah, nyaman dan berwawasan lingkungan. Kemudian percepatan penurunan kemiskinan, percepatan pengurangan pengangguran, pelaksanaan Prodamas Plus yang baik untuk mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan di Kota Kediri, serta peningkatan level _smart city_ . “Ke depan kami akan mengejar IPM di Kota Kediri menjadi tiga besar di Jawa Timur. Kita akan melakukannya _step by step_. Kami ingin mewujudkan bahwa sumber daya manusia di Kota Kediri baik _human development indeks_ nya, pendidikan ataupun kesehatannya sangat baik,” ujarnya.
Untuk perencanaan pembangunan, lanjut Mas Abu tentunya akan menyesuaikan dengan rencana pembangunan nasional maupun Jawa Timur. “Nanti ke depan akan banyak rekonsiliasi RPJM kami, Provinsi Jawa Timur, dan Nasional. Yang paling urgent adanya _exit tol_ dan _airport_. Dan nantinya UB serta universitas lain akan berkembang pesat dan semakin banyak investor,” jelasnya.
Mengenai ring road Mas Abu menambahkan sedang menawarkan rencana tersebut ke pemerintah pusat. Karena kalau Kota Kediri saja belum mampu untuk membangun _ring road_.
Dalam kesempatan ini walikota berusia 39 tahun ini juga menuturkan capaian yang telah diraih Kota Kediri selama tahun 2014-2019. “Selama periode pertama, pemerintah Kota Kediri telah berhasil mencapai target kinerja RPJMD Kota kediri. Hal ini terlihat dari beberapa indikator makro pembangunan mengalami peningkatan diantaranya: Indeks reformasi birokrasi mencapai 76,69%, Indeks kepuasan masyarakat sebesar 3,25 atau 80,98, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 58,29 yang telah melampaui target dari tahun 2018 sebesar 55,7, Indeks kota layak huni sebesar 63,97 yang melampaui target tahun 2018 sebesar 63,94, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 77,13, Tingkat kemiskinan turun menjadi 7,68%, Indeks kerukunan antar umat beragama sebesar 3,76% yang melampaui target tahun 2018 sebesar 2,85%, Pertumbuhan ekonomi dengan tembakau mencapai 5,14%, pertumbuhan ekonomi non industri tembakau mencapai 7,02%, Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 3,63% di tahun 2017. Selain itu, selama lima tahun terakhir indeks GINI Kota Kediri kategori rendah pada tahun 2017 yaitu 0,4. Inflasi Kota Kediri juga rendah sebesar 1,97%. Berdasarkan opini BPK dalam hal pengelolaan keuangan, Kota Kediri berhasil memperoleh WTP selama 4 tahun dari tahun 2014-2017. Di tahun 2018 nilai SAKIP di Kota Kediri mencapai BB. Kawasan kumuh di Kota Kediri turun dari 69,1 hektar tahun 2015 menjadi 5,44 hektar dari luas Kota Kediri pada tahun 2018,” urainya. [adv.van]

Tags: