Ketersediaan Air Baku Jadi Topik Diskusi PWI Malang Raya

PWI Malang Raya bersama PDAM Kab Malang saat menggelar diskusi tentang Ketersediaan Air Baku Malang Raya, di Aula Kantor Direksi PDAM Kab Malang, di wilayah Kec Pakisaji, kabupaten setempat 

Kab Malang, Bhirawa
Persatuan Wartawan (PWI) Malang Raya dalam peringati Hari Pers Nasional (HPN) 2019, telah menggelar beberapa kegiatan, baik bersama organisasi masyarakat maupun dengan instansi pemerintah. Seperti kegiatan yang dilakukan PWI dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Malang.
Sedangkan kegiatan itu berupa diskusi publik tentang Ketersedian Air Baku Malang Raya. Sebab, ketersediaan air baku bagi masyarakat merupakan hal yang sangat krusial. Sehingga dengan diskusi dengan para wartawan yang tergabung dalam PWI Malang Raya, hal ini diharapkan akan bisa membuka solusi akan penyediaan air baku, yang tidak hanya di wilayah Kabupaten Malang saja, namun di seluruh Malang Raya.
Direktur PDAM Kabupaten Malang H Syamsul Hadi, kamis (14/2), usai menggelar diskusi bersama wartawan yang tergabung PWI Malang Raya, di Aula Kantor Direksi PDAM Kabupaten Malang, di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, kabupaten setempat mengatakan, kegiatan diskusi dengan para wartawan, yang sekaligus memperingati HPN 2019, ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk mendiskusikan rencana program PDAM selanjutnya. Karena teman-teman wartawan ini kaya dengan ide, sehingga hal itu agar bisa menunjang program-program yang kami miliki,” paparnya.
“Terutama untuk menjaga ketersediaan air baku di wilayah Kabupaten Malang, serta penyediaan air bersih dengan melakukan kerjasama antar daerah. Karena berdasarkan data yang kami miliki, sumber mata air yang dimiliki PDAM terdapat 67 titik, dari total sumber mata air yang ada di Kabupaten Malang sebanyak 800 titik sumber,” jelasnya.
Dan dari jumlah sumber mata air tersebut, lanjut Syamsul, pihaknya sementara ini masih mengelola 41 titik sumber air dan 16 sumur bor. Untuk itu, pihaknya terus berupaya menambah ketersediaan air baku yang nantinya masyarakat Malang Raya, dan khususnya masyarakat Kabupaten Malang bisa memanfaatkan air bersih yang dikelola PDAM. Sehingga agar bisa memenuhi ketersedian air baku, maka pihaknya berencana untuk membangun tiga titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) guna menambah ketersediaan air.
Sedangkan tiga titik SPAM tersebut, tegas dia, diharapkan mampu menjangkau hingga 16.000 Sambungan Rumah (SR), denga rincian 10.000 SR dari Sumber Air Dieng, yang ada wilayah Kecamatan Kepanjen, 4.000 SR dari Sumber Goa Kalisat, Kecamatan Donomulyo, dan 2.000 SR dari SPAM Kidal, yang berada di wilayah Kecamatan Tumpang. “Dengan akan kita kelola ketiga titik sumber air tersebut, tentunya akan  memperluas pengelolaan air bersih, yang nantinya masyarakat Kabupaten Malang akan terpenuhi air bersih,” papar syamsul.
Sehingga, kata dia, pengelolaan air baku harus menjadi perhatian tiga pemerintah daerah, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Oleh karena itu, ketiga daerah harus kompak dalam hal pemanfaatan air baku. Sehingga dengan adanya koordinasi dan kekompakan tiga daerah, maka kebutuhan air bersih akan terpenuhi dengan baik.
Ditempat yang sama, Ketua PWI Malang Raya Muhamad Ariful Huda mengatakan, dengan pelaksanaan diskusi publik yang mengambil tema “Penyediaan Air Baku Untuk Malang Raya”, ini diharapkan dapat menambah wawasan para wartawan tentang kondisi air baku di wilayah Kabupaten Malang, dan teman-teman nantinya juga bisa memberikan pendidikan ke masyarakat tentang air baku.
“Sebab, persoalan air baku tidak hanya menjadi pekerjaan rumah di wilayah Kabupaten Malang saja, tapi persoalan tersebut hampir merata terjadi diberbagai daerah di Indonesia. Selain itu, air baku merupakan persoalan krusial, sehingga perlu adanya keselarasan PDAM ditiga daerah dalam hal pemanfaatan air baku tersebut,” terangnya. [cyn]

Tags: