Kerusuhan Bisa Memecah Belah Persatuan Bangsa

Dr Tri Astuti Handayani

Bojonegoro, Bhirawa
Kerusuhan apapun bentuknya baik itu sifatnya pribadi maupun secara kelompok apalagi yang dapat menilmbulkan kerugian banyak orang, tidak dibenarkan dan melanggar hukum yang berlaku termasuk kerusuhan terkait dengan hasil Pilpres.
Pandangan itu disampaikan Rektor Universitas Bojonegoro (Unigoro) Dr Tri Astuti Handayani ketika dimintai tanggapannya terkait dengan potensi kerusuhan sebagai imbas pelaksanaan Pilpres.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi adanya isu-isu yang memecah belah persatuan bangsa melalui media sosial dan kami beserta pengurus sangat menolak adanya kerusuhan baik di Bojonegoro maupun Indonesia,” terang Tri Astuti Handayani, di kampus Unigoro jalan Lettu Suyitno, Kamis (20/6).
Tri Astuti Handayani juga berharap, setelah ada keputusan dari MK nanti tetap mengedepankan kebersamaan dan bisa diterima pihak dengan besar hati dan masyarakat tetap mengedepankan kebersamaan serta mengutamakan persatuan, demi terwujudnya keamanan NKRI.” Semua pihak agar menghentikan aksi kekerasan dan kerusuhan serta terkait dengan proses sengketa Pilpres kita serahkan kepada lembaga yang diberi wewenang untuk memutus yaitu Mahkamah Konstitusi,” tuturnya.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat tetap bersabar menunggu hasil putusan MK hal sengketa Pilres diharapkan tetap menjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing jangan sampai menimbulkan gesekan atau kerusuhan dan tetap menjaga persatuan serta kesatuan bangsa demi NKRI.
“Karena negara kita negara hukum di mata hukum kita semua sama oleh karena itu kita harus menegakkan hukum,” pungkas Rektor Unigoro. [bas]

Tags: