Kerja Cepat Hasilnya Pasti

Ni Made Thalia Kusuma Berliana S

Ni Made Thalia Kusuma Berliana S
“Saya sangat terharu, saat nama saya disebut mendapatkan juara 2 di Bidang Teknik Laboratorium Medik tingkat Provinsi Jawa Timur dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2019, akhir April 2019 lalu.’
Itulah, Ni Made Thalia Kusuma Berlian, satu-satu siswi SMK Swasta di Sidoarjo yang telah mendapatkan juara kedua dalam LKS SMK 2019 Jatim. “Awalnya saya tidak menyangka nama saya disebut, karena begitu ketatnya persaingan pada bidang lomba ini. Kerjanya harus cepat dan hasilnya harus pasti,” ungkap siswi kelas XII Analis Kesehatan SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, kemarin(7/5).
Menurutnya, LKS SMK 2019 tingkat Provinsi Jatim ke 27 ini sebenarnya berlangsung melalui seleksi yang dibagi menjadi 3 wilayah, kebetulan saya berada di wilayah kerja I (WILKER I ). Seleksinya dimulai sejak11 Desember 2018 lalu, yang dilakukan melalui tahap ujian tulis saja. “Dan saya lolos seleksi tersebut, sehingga masuk dalam final yang berlangsung tanggal 24-27 April 2019,” katanya.
Ia katakan, peserta pada bidang lomba Teknik Laboratorium Medik, atau yang dikenal Analis Kesehatan pesertanya mengerucut hingga 8 siswa. Meskipun sedikit, namun persaingannya sangat ketat, karena bidang lomba ini membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Pada hari pertama dilakukan tes ujian tulis sebanyak 60 soal, yang terdiri dari 30 soal pilihan ganda, 20 soal salah benar, dan 10 soal deskripsi gambar yang harus dikerjakan selama 60 menit. “Kalau tidak bersabar tentu akan membuyarkan pikiran, kalau pikiran kacau hasilnya ya tentu tidak baik,” jelas Ni Made yang bercita-cita ingin jadi Analis Kesehatan ini.
Lanjutnya, pada hari kedua berlangsungnya perlombaan kompetensi yaitu praktik yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi I yaitu pemeriksaan Mikrobiologi yang terdiri dari pemeriksaan pengamatan sediaan gram, dan pemeriksaan mikroskopis telur cacing dengan metode lugol dengan waktu masing-masing pemeriksaan hanya 10 menit dan 15 menit.
“Setelah sesi I selesai dilanjutkan sesi II yaitu pemeriksaan Patologi klinik yang terdiri dari pemeriksaan kadar Hemoglobin darah metode Cyanmeth Hb, dan pemeriksaan kadar Glukosa darah metode GOD-PAP dengan waktu masing-masing pemeriksaan 20 menit dan 30 menit. Ya… cukup lelah,” ungkapnya.
Menurut putri kelahiran Surabaya 13 Nopember 2000 ini mengaku, yang menjadi kesulitan pada pemeriksaan Mikrobiologi, adalah waktu yang diberikan sangat sedikit untuk pengamatan sediaan gram. Kita harus cepat untuk mengidentifikasi bakteri dan harus cepat untuk mengidentifikasi telur cacing. “Pada pemeriksaan mikroskopis telur cacing, saya harus bekerja dengan cepat, tetapi dengan hasil yang pasti. Untuk pemeriksaan Patologi klinik peserta harus memiliki ketelitian yang tinggi, agar hasil pemeriksaan tersebut jawabannya sama sesuai kunci jawaban yang telah dikantongi oleh juri,” terang Ni Made dengan nafas lega. [ach]

Rate this article!
Tags: