Kenang Prof BJ Habibie, SD Muhammadiyah 24 Galang Dana

Ustadzah Norma Setyaningrum dan para siswa menunjukkan hasil karya berupa mewarnai Karikatur Eyang Habibie dan Pesawat R80. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Sosok Presiden Indonesia ketiga, Almarhum Prof Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie yang meninggal Rabu (11/9) malam di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Karena kecerdasan dan kesholehannya masih menjadi idola dan panutan pelajar. Seperti dilakukan siswa SD Muhammadiyah 24 Surabaya menggalang donasi untuk wujudkan cita – cita terakhirnya ingin menerbangkan pesawat R80.
Penggalangan dana dilakukan dengan cara membuat kotak yang menyerupai pesawat terbang dan dibawa keliling ke semua kelas. Sehingga Pesawat R80 yang menjadi proyek terakhir Prof Habibie bisa diwujudkan.
Menurut guru pendamping, Ustadzah Anjar Ayu Utami SPd, donasi ini bentuk kepedulian para siswa SD Muhammadiyah 24 terhadap cita – cita Pak Habibie. ”Donasi dilakukan untuk mewujudkan cita – cita Pak Habibie yaitu merilis pesawat R80,” katanya.
Ustadzah Anjar juga menegaskan, selain menggalang donasi para siswa juga mewarnai karikatur Pak Habibie dan pesawat R80, serta menonton bersama Animasi tentang Habibie. Kegiatan ini juga untuk memberikan teladan sikap baik Prof Habibie kepada anak – anak sekaligus mengenang jasa -jasanya. Sedangkan donasi dan gambar dari para siswa ini akan dikirimkan ke Habibie Center.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 24 Ketintang, Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum SPd menegaskan, kegiatan ini untuk mengenang jasa – jasa Prof Habibie dan menanamkan karakter bagus yang bisa diteladani para siswa.
“Anak – anak tidak tahu siapa Pak Habibie. Tetapi mereka lebih kenal para Youtuber seperti Atta Halilintar atau Ria Ricis. Maka pada moment ini kami mengenalkan Pak Habibie pada para siswa karena karakternya yang sangat bagus. Diantaranya kami kenalkan, seperti diceritakan para ustadzah kepada siswa bahwa Pak Habibie itu, saat masih usia tiga tahun sudah pandai Baca Alquran, sudah rajin puasa Senin – Kamis, belajar keras, bekerja dengan gigih, tidak manja, tidak cengeng meskipun tinggal di luar negeri, sayang pada keluarga dan mempunyai integritas yang tinggi,” jelas Ustadzah Norma. Maka kedepannya, Ustadzah Norma berharap, anak – anak mempunyai figur yang mempunyai karakter kuat dan bagus, serta sholeh dan taat dalam menjalankan agamanya, seperti Pak Habibie. Yang bisa dijadikan tauladan dan mentauladani sifat – sifat baiknya. [fen]

Tags: