Kemenpora Gelar Pelatihan Membuat Peralatan Olahraga

M Gajah Nata Surya Chandra, Heru Wahono, andi Suwardi dan Anthony bersama para peserta yang mengikuti Diklat SDM Tenaga Teknis Produk Barang Industri Olahraga 22-29 April di Surabaya. [wawan triyanto]

Surabaya, Bhirawa
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) kembali menggelar pelatihan di bidang industri olahraga bagi para pemuda Jatim.
Jika pada Bulan Maret lalu menggelar Pendidikan & Pelatihan Manajemen Industri Olahraga 18-22 Maret di Surabaya, kini Kemepora menggelar Pendidikan dan Pelatihan SDM Tenaga Teknis Produk Barang Industri Olahraga 22-29 April di Surabaya.
Untuk kegiatan kali ini pihak Kemepora akan mengajari 75 peserta dari beberapa kabupaten/kota di Jatim untuk membuat Shuttlecocks dan body protector.
Menurut Plt. Asisten Deputi Indutri dan Promosi Olahraga Sandi Suwardi Hasan SAg,MSi, kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan para pemuda mengenai peluang usaha dibidang olahraga yang hingga kini belum tergarap oleh pengusaha muda Indonesia.
Apalagi event olahraga seperti Kejurda hingga Kejurnas terus digelar setiap tahun. Selain itu juga ada multieven seperti PON yang digelar di Papua 2020.
Kemudian pembinaan olahraga di Indonesia khususnya di Jatim juga begitu pesat dan mereka tentunya membutuhkan perlatan latihan. “Saya berharap setelah mengikuti Diklat ini bisa terbentuk sentra industri olahraga. Kalian harus berani melangkah dan mengambil resiko untuk menjadi pengusaha,” kata Sandi Suwardi dihadapan peserta, Senin (22/4).
Kepala Dispora Jatim Drs Supratomo, MSi yang dalam hal ini diwakli Kabid Kemitraan Heru Wahono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat agar bisa bersaing baik di pasar lokal maupun internasional. “Intinya harus berani berinovasi dan memiliki pemikiran lebih maju,” katanya.
Sementara itu Kabid Produk Barang dan Jasa Industri Olahraga M. Gajah Nata Surya Chandra meminta agar para peserta serius selama pelatihan. “Kita ingin mencetak pengusaha muda di bidang industri olahraga,” katanya.
Ditemui ditempat yang sama, salah satu pembicara yang juga pengusaha body protector, Lorensius menjelaskan, peluang usaha di bidang olahraga sangat terbuka, contohnya pembuatan body protector.
Sebab body protector selalu dipakai saat bertanding oleh cabang olahraga beladiri seperti taekwondo, pencak silat, karate, tarung derajat dan lainnya. “Memang ukuran maupun bahan berbeda, namun polanya tetap sama,” katanya. [wwn]

Tags: