Kemendikbud Gaungkan Pelestarian Cagar Budaya

Para pemahat turut meriahkan kegiatan kampaye pelastarian Cagar Budaya yang di gelar Kemdikbud.

Targetkan 140 Ribu Objek Pendaftaran Cagar Budaya
Surabaya, Bhirawa
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gandeng Universitas Airlangga (Unair) dalam menggaungkan pelestarian cagar budaya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Selasa (3/9). Kegiatan kampanye pelestarian cagar budaya tersebut merupakan upaya dalam meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian cagar budaya di Indoenesia. Kegiatan ini akan berlangsung mulai tanggal 3-5 September 2019.
Dijelaskan Kasubdit Registrasi Nasional Direktorat Pelestarian Cagar Budaya Permuseuman Direktorat Jendral Kemdikbud, M Natsir Ridwan Muslim, pelestarian cagar budaya diawali dengan proses pendaftaran, penetapan cagar budaya dan dilanjutkan dengan upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan.
“Pendaftaran dan penetapan cagar budaya dilakukan oleh tiap-tiap masyarakat di daerah melalui dinas-dinas yang membidangi kebudayaan Indonesia,” ujar dia.
Terlebih, dalam undang-undang no 11 tahun 2010 mengamanatkan kepada pemerintah untuk melakukan pelestarian budaya. “Ada gap yang cukup besar antara pendaftaran dan penetapan. Padahal penetapan itu adalah langkah awal didalam melestarikan cagar budaya,” jelas dia.
Dilaksanakannya kampanye yang bertempat di Kota Surabaya ini, menurut dia, karena kota ini merupakan salah satu kota yang memiliki jumlah objek yang diduga memiliki cagar budaya yang cukup banyak. Hingga bulan Agustus, data yang dimilikinya, Kota Surabaya memiliki 181 objek yang sudah didaftarkan di laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id. dan 101 objek yang sudah terverifikasi dari laman tersebut. Terkait penetapannya, hingga saat ini sudah terdapat 76 objek penetapan dari SK Wali Kota Surabaya.
“Masyarakat dapat membuka laman cagarbudaya.kemdikbud.go.id, disana ada aplikasi untuk pendaftaran,” urainya.
Untuk waktu pendaftaran, smabung dia, jika datanya cukup hanya membutuhkan satu hari. Setelah itu nanti akan didaftarkan oleh Tim Pendaftaran Cagar Budaya (TPCB) yang akan dikaji oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) sebagai dasar penetapan Cagar Budaya.
Atas dasar itulah, Kemdikbud mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk melaksanakan pendaftaran cagar budaya dengan peresmian cagar budaya peringkat nasional. Di samping itu juga bisa menjadi pendukungan media sosialisasi pendaftaran. Dalam acara tersebut, Kemdikbud juga memberikan sertifikat Cagar Budaya yang telah memiliki peringkat Nasional oleh TACB nasional.
“Rencana strategi Kemdikbud menargetkan untuk pendaftaran 140 ribu objek. Dari jumlah ini akan ditetapkan secara nasional dan sampai semester ke dua sudah tercapai 70 persen,” jabarnya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, dapat memberikan efek positif demi terciptanya pengawasan pergerakan dan pelestarian cagar budaya serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti penting pelestarian.
Kegiatan kampanye pelestarian cagar budaya diantaranya meliputi talkshow yang mengedepankan pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya di Kota Surabaya, pameran, mural terakota, booth pendaftaran dan pojok Cagar Budaya, bedah buku tentang Cagar Budaya, pementasan musik, tari dan ludruk. [ina]

Tags: