Kemenag Jember Luncurkan Program Pemberdayaan di Kampung Zakat

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arif (pegang mik) saat membuka pelatihan pemberdayaan di Kampung Zakat Terpadu binaan Kemenag Jember di Dusun Pace Desa Jamberarum Kec. Sumberjambe, Rabu (6/11).

Jember, Bhirawa
Pemuda warga Dusun Pace, Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe, menerima program pemberdayaan berupa pelatihan pembuatan paving dan proses pengolahan hasil pertanian. Kegiatan di Kampung Zakat Terpadu binaan Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Jember ini dibuka oleh Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, Rabu (6/11).
Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arif dalam motivasinya berharap agar kekegiatan pemberdayaan keahlian masyarakat ini dapat berkesinambungan. “Untuk pelatihan pengolahan hasil pertanian nantinya, dapat menghasilkan produk-produk khas masyarakat Jambearum dengan kemasan yang lebih baik sehingga meningkatkan penjualan,” harap dia.
Muqid juga berharap agar semua masyarakat desa harus punya ilmu dan keahlian, karena SDM yang mumpuni akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat “Utamanya untuk kesejahtetaan masyarakat di desanya,” imbuhnya.
Wabup juga mengingatkan perlunya sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Jember, tentang adanya pelatihan seperti ini.”Dengan kebersamaan, Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe bisa lebih cepat melangkah maju seperti desa-desa lainnya,” katanya.
Direktur Kampung Zakat Muhammad Muslim mengatakan, dalam pelatihan ini diikuti dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 16 orang, untuk pelatihan pembuatan paving, dan pelatihan proses pengolahan hasil pertanian. “Pelatihan ini berlangsung 30 hari atau satu bulan. Untuk hasil paving pelatihan ini nanti akan dipasang di depan masjid dusun pace dekat Kampung Zakat,” terangnya.
Sementara, Kasubag Tata Usaha Kemenag Jember Erma Fatmawati menyampaikan, kegiatan ini diharapkan mendapatkan pendampingan lebih dari semua pihak. “Sehingga semua masyarakat dapat merasakan maanfaatnya,” tandasnya.
Di lain pihak, Kepala UPT Balai Latihan Kerja Jember Sutrisno mengatakan, manfaat kegiatan ini akan terasa setelah pelatihan. “Karena paska pelatihan, mereka sudah memiliki keahlian dan dapat mengembangkan keahlian ini untuk usaha atau bekerja di industri paving batako,” jelasnya.
Begitu pula peserta yang mengikuti pelatihan processing pengolahan hasil pertanian ini. Mereka akan terus mendapat pendampingan hingga hasilnya dapat dipasarkan secara online. “Mereka akan kita dampingi, mulai dari kemasan hingga marketingnya,” pungkas Sutrisno.[efi]

Tags: