Kelelahan, Petugas Pemilu di Lamongan dan Magetan Meninggal Dunia

Suasana duka di RSUD Lamongan saat meninggalnya petugas PTPS dimasukkan menuju ke mobil jenazah. [Alimun hakim]

Magetan, Bhirawa
Diduga kelelahan dalam menjalankan tugas, seorang anggota KPPS di Magetan, Isran, wafat pada Senin (22/4) malam. Sedangkan di Lamongan satu petugas Penyelenggara Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Robbin Sayyid Abdillah (19) juga meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi.
Kematian Irsan menambah daftar panjang anggota KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan karena rekapitulasi suara Pemilu 2019.
Ketua KPU Kabupaten Magetan, Popy MS Putranto, mengatakan, Irsan meninggal di rumah sakit setelah dirawat karena merasakan sakit di dada.
Rekapitulasi di tingkat KPPS, lanjut Popy, sebenarnya telah selesai tanggal 19 April. Lalu, almarhum Irsan diperbantukan untuk pelaksanaan rekapitulasi tingkat kecamatan pada tanggal 20 April.
“Ada selisih dua hari dari wafatnya almarhum, yakni terakhir tugas tanggal 20 April dan tanggal 22 April beliau wafat di rumah sakit. Bukan saat rekapitulasi,” jelas Popy yang takziah di rumah duka.
Menurut Popy, almarhum Irsan sempat melakukan jalan-jalan dan olahraga bersepeda sebelum dirawat di rumah sakit karena sesak bernafas. KPU Magetan bersiap melaporkan kejadian tersebut ke KPU Provinsi Jatim dan KPU Pusat.
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai yang hadir di rumah duka mengatakan, dari keterangan istri Irsan, suaminya tidak mempunyai riwayat sakit yang berat. “Informasi dari keluarga Irsan tidak memiliki riwayat sakit lainnya. Dia dipanggil kembali oleh PPK untuk memperbaiki formulir C1 karena ada kesalahan dalam penulisan,” kata kapolres.
Sementara itu wafatnya Robbin Sayyid Abdillah (19) membuat sang ibu Rochmi terpukul. Sebelum meninggal Robbin sempat dirawat di RSUD Lamongan selama enam hari.
Cerita Rochmi, anaknya mengalami demam setelah mengawasi TPS 5 Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan. “Kami langsung melarikan Robbin ke rumah sakit dan setelah dirawat enam hari ia meninggal dunia,” tuturnya.
Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lamongan , Dr.Tulus Pujianto menjelaskan,
Robin Sayid Abdillah masuk IGD pada tanggal 20, dengan keluhan panas empat hari, kondisinya lemah. Kemuidan dokter dilakukan uji laboratorium dan mengarah pada diagnosis demam berdarah trombositnya 98.000, kemudian dirawat di ruang Bougenvil 3.
Kemudian,lanjut dia, hari ke dua kembali dilakukan lab ulang, trombositnya turun menjadi 96.000. Hari ke 3 terjadi muntah kehitaman yang mengarah lebih pasti ke arah diagnosis demam berdarah.
Kondisi Robbin terus memburuk dan trombositnya menurun menjadi 56.000. “Demam berdarah disebab banyak faktor, kelelahan hanyalah pemicu. Kondisi sudah kena virus, kondisi lemah, akhirnya lebih parah”Pungkasnya. [tok,mb9]

Tags: