Kejati Jatim Fokuskan Inventarisasi Aset YKP oleh BPKP

Kejati Jatim, Bhirawa
Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim berupaya mengungkap kerugian negara dugaan kasus mega korupsi di Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya. Upaya pengungkapan kerugian negara ini dikoordinasikan dan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Penyidikan kasus ini masih berlanjut. Kami menggandeng BPKP untuk melakukan audit dan menginventarisasi seluruh kekayaan di YKP dan PT YEKAPE,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, Minggu (30/6).
Didik menjelaskan, langkah inventarisasi dan audit ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti berapa sebenarnya kerugian negara dalam kasus ini. Dengan diketahuinya kerugian negara ini, Didik mengaku, maka akan jelas berapa saja jumlah aset yang dimiliki YKP dan PT YEKAPE.
“Audit kerugian negara ini dibutuhkan dalam upaya penyerahan aset (YKP dan PT YEKAPE). BPKP sudah menyanggupi audit dan menginventarisasi seluruh kekayan (aset) di kasus YKP,” jelasnya.
Ditanya mengenai tambahan pencekalan pihak terkait kasus YKP, Didik mengaku, sampai saat ini pencekalan masih dilakukan terhadap lima orang. Kelima orang yang merupakan pengurus dan menguasai YKP maupun anak usahanya di PT YEKAPE, yaitu Drs. Surjo Harjono,SH, H, Mentik Budiwijono, H Sartono, SH, H; Chairul Huda dan Catur Hadi Nurcahyo.
Terkait penguduran diri yang dilakukan Ketua Dewan Pembina YKP Sartono dan anggota dewan pembina, yakni Chiorul Huda, Didik menambahkan, dalam YKP ini ada tiga orang pembina. “Pada yayasan kan pembina posisinya tertinggi. Sedangkan untuk PT, 99 persen sahamnya sampai sekarang masih milik yayasan. Meskipun PT berkembang, tetap milik yayasan,” tegasnya.
Mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya ini menbahkan, penyerahan seluruh aset di YKP dan PT YEKAPE ini dilakukan setelah adanya pengunduran diri dari pembina. Seteah mengundurkan diri dan diisi oleh Pemerintah Kota, maka segera dilakukan penyerahan seluruh aset YKP dan PT YEKAPE kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Setelah mengundurkan diri, apabila sudah diisi oleh Pemkot, segera menyerahkan seluruh aset YKP dan PT YEKAPE kepada Pemkot Surabaya. Pernyataan ini sudah ada, baik secara tertulis maupun lisan,” pungkas Didik.
Sebelumnya, pihak dari YKP, melalui ketua Dewan Pembina YKP Sartono, menyatakan segera mengundurkan diri dari pengurus dan akan menyerahkan seluruh aset YKP dan PT YEKAPE kepada Pemkot Surabaya. Pernyataan Sartono itu disampaikan sebelum diperiksa tim penyidik Kejati Jatim pada Rabu (26/6) lalu.
Didampingi anggota dewan pembina, yakni Chiorul Huda, Sartono sekaligus menyerahkan surat pernyataan pembina YKP yang ditanda tangani seluruh anggota dewan pengurus. “Kami sepakat dan akan segera mengundurkan diri dari pembina Yayasan. Sekaligus juga menyerahkan seluruh aset YKP dan PT YEKAPE kepada Pemkot melalui Kejati Jatim,” kata Sartono beberapa waktu lalu.
Mengenai alasan pengunduran diri dan penyerahan aset, Sartono mengaku para pembina sudah lanjut usia. “Usia saya sendiri sudah 81 tahun, saatnya mundur. Dan selama ini kami mengelola YKP karena ditunjuk oleh almarhum Wali Kota Surabaya, Soenarto,” ungkapnya. [bed]

Tags: