Kejati Jatim Belum Putuskan Kasus Amblesnya Jalan Gubeng

Aspidum Kejati, Asep Maryono.

Kejati Jatim, Bhirawa
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pekan ini meyakinkan penentuan ‘nasib’ berkas perkara amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya. Dua penentuan itu adalah berkas dinyatakan lengkap atau sempurna (P21) sehingga lanjut, atau kah di SP3 (Surat Penghentian Penyidikan).
Penentun itu dibenarkan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono. Asep mengatakan, pekan depan (ini) pihaknya bakal melakukan ekspos terhadap perkembangan kelengkapan berkas kasus ini.
“Untuk membuat kontruksi dakwaan, dibutuhkan bahan yang lengkap. Namun, alur perintah atas proyek ini sudah nampak. Yang pasti apakah (penyidikan, red) di SP3 atau di P21 saya bakal umumkan pekan depan ini,” kata Asep, Minggu (14/7).
Rumitnya kasus ini, tampak dari lamanya penyidikan yang dilakukan Polda Jatim. Terhitung 6 bulan sejak diumumkan penetapan tersangka pada Januari 2019 lalu, penyidikan kasus ini belum juga dinyatakan sempurna (P21) oleh Jaksa peneliti Kejati Jatim. Bahkan, berkas perkara atas nama enam tersangka tersebut, belakangan diketahui bolak-balik dari penyidik ke Jaksa peneliti.
Senada dengan Asep, Kepala Seksi Peneranga Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Richard Marpaung sempat mengatakan sejauh ini petunjuk jaksa yang belum dipenuhi penyidik yaitu tanggungjawab terkait tupoksi dari tersangka.
“Dalam proyek itu kan ada namanya pemberi proyek, penerima dan pelaksana proyek. Dan ini perlu dijabarkan dan tanggung jawabnya apa sebenarnya. Lalu dihubungkan dengan kejadian itu apa kesalahannya,” jelasnya.
Saat ditanya kendala apa yang tengah dihadapi penyidik untuk bisa melengkapi berkas perkara kasus ini, Richard mengatakan pihaknya saat ini tengah memberikan petunjuk kepada penyidik agar lebih mendalami adanya niat jahat pelaku (mens rea) dalam unsur pidana kasus ini.
Pihaknya menambahkan, tidak ada Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bagi tersangka baru dalam kasus ini yang pihaknya terima. “Belum..belum ada SPDP masuk lagi,” singkatnya.
Artinya, proses penyidikan kasus ini belum menemukan keterlibatan pihak lain untuk bertanggungjawab atas amblesnya Jl Raya Gubeng. Dan proses penyidikan masih berkutat pada enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya.
Tidak kunjung tuntasnya berkas kasus amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya membuat I Wayan Titib Sulaksana buka suara. Pakar hukum pidana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini bahkan mewanti-wanti jangan sampai kasus tersebut sama dengan kasus jasa pungut (Japung) yang menjerat Bambang DH.
Berkaca dari kasus Japung yang menjerat Bambang DH sebagai tersangka, Wayan ingin kepolisian dan Kejaksaan menangani perkara itu dengan cepat. Sebab, seperti kasus Japung yang sampai sekarang tidak masuk dalam persidangan, meskipun penyidik Polisi sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini.
Hal yang disayangkan lagi, sambung Wayan, dalam kasus amblesnya Jl Raya Gubeng itu Polisi telah menetapkan tersangka. Dari penetapan itu nantinya akan berdampak pada kehidupan sehari-hari pelaku (tersangka).
“Jangan sampai menjadi tersangka abadi. Yang sampai saat ini tidak jelas kasusnya meskipun sudah jadi tersangka,” kata I Wayan Titip Sulaksana pada Kamis (11/7). [bed]

Tags: