Kegiatan Sosial Donor Darah di SMAN 15 Surabaya

Surabaya, Bhirawa
Rabu (13/2), di Aula SMAN 15 Surabaya pagi sekitar pukul 9.00 WIB tampak meja resepsionis, dan bed lipat berjajar rapi. Ada kegiatan sosial di sana yaitu donor darah. Kegiatan semacam ini bukanlah yang pertama dilakukan, sebelumnya secara rutin dilakukan oleh phak sekolah bekerjasama dengan PMI. Hal yang istimewa pada kegiatan donor darah kali ini adalah kegiatan tersebut diprakarsai oleh siswa-siswa anggota ekstrakurikuler HIPPASMAS (Himpunan Pecinta Alam SMA 15) yang dikutai oleh Ardoldy Fatwa R.
Drs Nurhamdi, MPd.I selaku waka humas menyambut baik ide mereka dan memberi izin pelaksanaan kegiatan tersebut. Kegiatan berlangsung sangat tertib. Sekitar 13 siswa aggota ekskul membantu mensukseskan acara ini. Ketua panitia penyelenggara kegiatannya adalah siswa kelas X Mipa 10 yang bernama Handy Wiranata.
Ketika petugas PMI yang berkantor di Embong Ploso Genteng Surabaya tiba, kegiatan segera dimulai. Pihak sekolah mengatur agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar, undangan menuju ke aula dilakukan secara bergantian. Secara bergiliran siswa yang berminat melakukan donor darah mendaftar di bagian resepsionis. Ibu Retty yang bertindak sebagai administrator PMI mendata peserta donor. Mengisi formulir dan menjalani pemeriksaan awal. Siswa yang memenuhi syarat secara usia hanya siswa kelas XI dan kelas XII. Pendaftar 68 orang namun yang diterima atau yang memenuhi syarat hanya 27 orang karena alasan tertentu. Peserta donor tidak sebanyak yang diharapkan karena pelaksanaan bersamaan dengan kegiatan ujian praktik (Uprak) bagi kelas XII. Sedangkan siswa kelas X tidak diundang untuk melakukan donor karena sebagaian besar tidak memenuhi syarat secara usia, rata-rata masih di bawah 17 tahun.
Johanes Madijono, S.Pd.M.M pimpinan SMAN 15 Surabaya turut serta sebagai pedonor. Beliau memberikan contoh dan mengajak kepada warga Libels untuk turut berpartisiasi. Banyak siswa, guru dan karyawan yang berminat untuk berdonor darah. Namun tidak semua dapat disetujui dengan berbagai alasan. Yang diizinkan hanya mereka yang sehat secara jasmani dan rohani. Pada umumnya penolakan disebabkan karena mengkonsumsi obat, kondisi Hemoglobin yang kurang bagus, wanita yang sedang menstruasi dan mereka yang kondisi badannya tidak fit.
Secara umum untuk menjadi pedonor harus memiliki syarat sebagai berikut, pertama usianya cukup yaitu minimal 17 tahun dan maksimum 60 tahun. Kedua memiliki berat badan yang ideal. Ketiga tekanan darah normal yaitu sistole 110 sd 160 mmHg dan diastole 70 sd 100 mmHg. Keempat hemoglobin untuk wanita 12 gram dan pria 13 gram. Kelima denyut nadinya normal antara 50 sd 100 kali per menit. Keenam suhu tubuh normal antara 26 sd 27 oC. Ketujuh sekurang-kurangnya 3 bulan setelah penggambilan darah sebelumnya dan dalam satu tahun maksimal diizinkan 5 kali berdonor darah. Kedelapan peserta bersedia menandatangani formulir dan bersedia melakukan pemeriksaan awal kondisi tubuh.
Proses pengambilan darah tidak butuh waktu lama hanya sekitar 7 sd 15 menit. Setelah transfusi semua pedonor mendapatkan susu, biskuit dan mie. Setelah prosesi tersebut dianjurkan untuk beristirahat dan mengkonsumsi makanan yang disediakan oleh panitia. Tidak melakukan kegiatan fisik yang berat, tidak berdiri terlalu lama dan disarankan minum air yang banyak. Demikian anjuran petugas PMI kepada peserta donor agar kondisi cepat pulih. [Dewi Nurmalasari, MPd, Guru SMAN 15 Surabaya]

Tags: