KB Suntik di Kabupaten Bojonegoro Masih Tetap Dominan

Anik Yuliarsih

Bojonegoro,Bhirawa
Dalam Program Keluarga Berencana (KB), lewat KB suntik masih menjadi pilihan utama para peserta KB masyarakat Bojonegoro, dibanding alat-alat kontrasepsi yang lain. Dengan menggunakan alat kontrasepsi atau KB pada masa produktif pasangan bisa merencanakan kapan bisa memutuskan hamil.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, Anik Yuliarsih mengatakan, bahwa keikutsertaan wanita Bojonegoro dalam ikut KB memang sudah cukup baik itu terbukti dari hasil capaian yang telah tercatat oleh pihaknya.
“Namun, rata-rata KB suntik masih mendominasi pemakaian oleh wanita Bojonegooro yang mencapai 49,99 persen,” kata Anik, kemarin (9/6).
Dari data yang diperoleh, capaian KB di Bojonegoro yakni KB suntik tercatat ada 49,99 pemakai KB ini, IUDI tercatat ada 14,22 persen pemakai, KB jenis Pil tercatat ada 16,76 persen, KB jenis Inplan tercatat ada 13,45 persen pemakai, dan MOW ada 3,64 persen.
“Sedangkan untuk MOP atau KB pria tercatat ada 0,29 persen,” terang Anik.
Menurutnya, dari segi usia wanita masa produktif itu rata-rata hingga berusia antara 21 hingga 35 tahun, namun bisa juga masa produktif wanita hingga usia 53 tahun. Dari usia itu diharapkan wanita bisa menggunakan alat kontrasepsi atau ikut KB pilihan yang dirasa cocok bagi wanita pemakainya.
“Dengan mengikuti program KB pasangan muda atau produktif nantinya bisa mengatur jarak kehamilan, sehingga bisa membentuk keluarga yang bahagia,” pungkasnya. [bas]

Tags: