Kawasan Ekonomi Khusus Singosari Tinggal Persetujuan Presiden

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat bersilaturahmi dengan media se-Malang Raya, di Kantor Bakorwil III Pemprov Jatim Malang, Jalan Jakarta, Kec Klojen, Kota Malang

Kab Malang, Bhirawa
Wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang akan dijadikan Kawasan Khusus Ekonomi (KEK), kini tinggal menunggu approval atau persetujuan dari Presiden Republik Indonesia (RI). Karena sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengajukan ke Pemerintah Pusat, yang akhirnya mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat, jika wilayah Kecamatan Singosari bisa menjadi KEK.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Senin (2/9) malam, saat bersilaturahmi dengan media se-Malang Raya, di Kantor Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) III Pemrov Jatim Malang, Jalan Jakarta, Kecamatan Klojen, Kota Malang, jika pihaknya sudah melakukan diskusi dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari. Dan dari hasil diskusi tersebut, Memperin menyampaikan bahwa hal yang tidak bisa ditawar dalam KEK Singosari adalah klaster digital Information and Technology (IT).
Sebenarnya kata Memperin, lanjut dia, sudah tidak boleh ada atau didirikan KEK di wilayah Jawa, kecuali dengan kekhususan yang bisa ditawarkan oleh pihak pengelola. Namun, KEK Singosari telah memiliki klaster digital IT dan klaster wisata. “Karena memiliki dua klaster tersebut, maka pembahasan ditingkat menteri sudah selesai atau disetujui, tinggal menunggu persetujuan Presiden saja,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, jika Presiden mensetujui wilayah Kecamatan Singosari menjadi KEK, secara otomatis akan menjadi sentrum digital IT, termasuk di dalamnya perusahaan e-commerce dan startup. Sehingga untuk mempercepat realisasi KEK Singosari, tentunya harus ada peran pada seluruh media, baik itu pemilik, pengelola maupun wartawan. Karena peran media sangat penting dalam mewujudkan KEK tersebut.
Terkait dengan startup, kata dia, data per hari ini, jumlah startup di Malang Raya menembus angka 57, sedangkan Surabaya baru 49. Artinya, untuk startup di Malang Raya lebih advance, dan lebih maju daripada Surabaya. Sehingga dengan angka startup di Malang Raya ini lebih tinggi dari Surabaya, maka Menperin Airlangga Hartarto telah mengumumkan bahwa Jatim menjadi salah satu provinsi yang akan dijadikan pilot project revolusi industri 4.0.
“Dan Malang Raya ini akan menjadi tumpuannya di Jatim, mengingat keberadaan KEK Singosari dengan klaster digital IT. Sehingga hal itu yang perlu diperhatikan adalah Pemkab Malang harus mempersiapkan segela sesuatunya, serta masyarakat juga harus ikut serta mendukung KEK Singosari,” pintah Khofifah.
Perlu diketahui, dengan disetujuinya KEK Singosari, maka wilayah Kabupaten Malang pada beberapa tahun mendatang akan semakin kokoh dalam mengembangkan ekonomi, Dan juga nantinya berdampak pada peningkatnya pertumbuhan ekonomi rakyat. Dan KEK tersebut, Pemkab Malang bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni PT Intelegensia Graha Tama (IGT), dan IGT telah menyediakan lahan seluas 300 hektar di wilayah Kecamatan Singosari. [cyn.mut]

Tags: