Kawal Pemilu, Empat Anggota Panwas di Probolinggo Masuk RS

Salah satu anggota Panwas Probolinggo sedang dirawat di RS.

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Bawaslu Kabupaten Probolinggo sedang kekurangan tenaga. Lima anggota panwas ‘tumbang’ dan harus masuk rumah sakit. Empat di antaranya harus masuk rumah sakit karena kelelahan mengawasi jalannya pemilu. Satu lainnya mengalami kecelakaan. Sedangkan satu petugas KPPS karena kelelahan meninggal dunia di RS.
Para anggota panwaslu kecamatan yang sakit karena kelelahan adalah Kasuli, Panwas Paiton; Kamal, Panwas Kota Anyar; Ahmad Nafi’ F, Panwas Lumbang; dan Sukawali, Panwas Tegalsiwalan. Sementara anggota yang mengalami kecelakaan adalah Abdul Malik, Panwas Krejengan. Anggota TPS 2 Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Azis (47), meninggal dunia yang sempat pingsan saat penghitungan suara.
Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Fathul Qorrib, Senin 22/4 mengatakan anggota panwas yang sakit umumnya lantaran kelelahan usai melakukan pengawasan jalannya pemungutan suara di tempat tugasnya masing-masing Rabu lalu yang waktunya cukup panjang, mulai Rabu 17/4 pukul 06.00 WIB hingga Kamis 18/4 pukul 03.00 WIB. Kini dilanjutkan dengan penghitungan di tingkat Kecamatan.
Anggota panwas yang drop, langsung dirawat di rumah sakit dan di klinik. Menurut Qorib, saat ini yang masih menjalani perawatan di klinik yakni Kasuli, lantaran kondisi kesehatannya belum stabil. “Untuk 3 lainnya sudah bisa pulang ke rumahnya, namun 1 lainnya masih dirawat inap di Klinik Azzainiyah, Nurul Jadid karena kesehatannya masih belum stabil,” katanya.
Sedangkan anggota panwas yang mengalami kecelakaan, kata Qorib, kondisi tidak terlalu parah. Hanya saja motor yang dikendarainya rusak parah. “Kami Bawaslu Kabupaten Probolinggo prihatin atas kejadian ini. Semoga mereka yang terkena musibah tetap tabah, dan kami ucapkan terima kasih untuk jasa mereka mengawal jalannya Pemilu,” ujarnya.
Meski sebagian anggotanya ada yang tengah sakit, namun kondisi tersebut tidak menganggu jalannya proses rekapitulasi C1 yang saat ini masih berlangsung di setiap Kecamatan Kabupaten Probolinggo. “Anggota yang lain terus bekerja mengawal pemilu,” tandasnya.
Hal yang sama juga terjadi kepada Petugas KPPS di Probolinggo meninggal. Petugas tersebut sempat pingsan saat melakukan penghitungan suara di TPS 2 Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Petugas itu adalah Azis (47), warga Dusun Krajan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim mengatakan Aziz meninggal diduga karena kelelahan.
Menurut ketua KPU kabupaten Probolinggo Lukman Hakim, Aziz sempat jatuh pingsan saat melakukan penghitungan suara di TPS pada Rabu 17/4 malam. Azis lalu dievakuasi ke RSUD dr Mohammad Saleh Kota Probolinggo guna mendapatkan pertolongan medis. Azis dikabarkann pingsan selama semalam dan tak kunjung siuman. Korban dikabarkan meninggal sekitar pukul 15.30 WIB.
“Petugas KPPS tersebut dipastikan meninggal karena kelelahan. Karena dari pemeriksaan tensi darahnya cukup rendah yakni di angka 60,” kata Lukman.
Lukman mengatakan pihak KPU Kabupaten Probolinggo turut berduka cita atas meninggalnya Azis. Lukman menyebut bahwa petugas KPPS yang drop tak hanya Aziz saja. Ada satu orang lainnya yakni, Siti Aisah. Namun Siti segera siuman pada pagi harinya.
Pengamanan Pemilu di kota Probolinggo yang dilakukan kepolisian membuat sejumlah petugas drop, bahkan harus masuk rumah sakit. Karena itu, Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polres Probolinggo Kota (Polresta) memeriksa kesehatan anggota tiap hari. Khususnya, yang bertugas pengamanan Pemilu.
Dokpol bahkan keliling ke semua PPK di Kota Probolinggo. Sejak Minggu 20/4 pukul 10.00, Dokpol melakukan cek kesehatan di pos penjagaan PPK Kedopok. Pemeriksaan dilakukan pada tekanan darah, termasuk keluhan tiap anggota. Selanjutnya, anggota dengan kondisi kurang fit atau tekanan darahnya tidak normal, diberi obat.
Cek kesehatan dilakukan oleh dua petugas Urkes. Salah satu petugas, Wayan Sutraningsih. Sebanyak 12 petugas pengamanan Pemilu dari TNI/Polri diperiksa. Salah satunya, Aiptu Sutopo. Hasilnya, tekanan darah Aiptu Sutopo naik. Biasanya 130 mmHg, naik jadi 140 mmHg.
Wayan -panggilan Wayan Sutraningsih- menjelaskan, pemeriksaan kesehatan rutin itu sesuai instruksi Polda Jatim. Maka, Dokpol tiap daerah diperintahkan cek kesehatan anggota saban hari. Sebab, banyak anggota yang drop akibat kelelahan pengamanan Pemilu. Bahkan, ada yang sampai meninggal.
Karena itu, Dokpol keliling ke tiap kecamatan untuk memeriksa kesehatan anggota tiap hari. Setidaknya, mengantisipasi dan memberikan obat jika ada anggota yang kelelahan. “Jadi, karena ada kasus anggota yang meninggal akibat kelelahan itu, Polda memerintahkan pada Polres dan Polresta untuk memantau kesehatan anggota,” terangnya.
KBO Binmas yang juga Perwira Pengendali (Padal) PPK Kedopok Iptu Retno Utami mengungkapkan, penjagaan di PPK Kedopok dibagi menjadi tiga shift. Pertama, pukul 07.00 -14.00; ke dua, pukul 14.00 – 21.00; dan shift terakhir, pukul 21.00 – 07.00. “Untuk pengamanan rekapitulasi suara kami jaga 24 jam. Jadi, dalam satu regu, kami bagi menjadi tiga shift,” tambahnya. (Wap)

Tags: