Kasus Penembakan PPS Sampang, Senpi Bukan Senjata Rakitan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menunjukkan sketsa gambar senjata api pelaku penembakan di Sampang, Rabu (28,11).

Polda Jatim, Bhirawa
Penyidik Polisi menemukan bukti baru terkait kasus penembakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), Subaidi (35) warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Terbaru, penyidik mengidentifikasi bahwa jenis senjata api (senpi) yang digunakan pelaku bukanlah jenis senjata api rakitan.
Temuan bukti baru pada penyidikan kasus ini berdasarkan pengakuan dari pelaku, yakni Idris (30). Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan hal itu. Sebelumnya, lanjut Barung, penyidik terus mengorek keterangan dari tersangka. Setelah dilakukan pendalaman, ternyata jenis senpi yang digunakan pelaku bukanlah senpi rakitan.
“Senjata ini (digunakan pelaku) bukan rakitan. Ini senjata jenis berreta, dan merupakan senpi asal pabrikan,” kata Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (28/11).
Barung menjelaskan, perbedaan sangat tampak pada senpi ini, dan jauh berbeda dengan senpi rakitan. Senpi jenis beretta ini asal pabrikan, hal itu diketahui pada lubang tembak yang rapih dan teratur. “Ini senjata pabrikan. Berdasarkan lubang tembak yang teratur,” jelasnya.
Sampai saat ini, sambung Barung, penyidik terus melakukan pendalaman dan mencari pelaku penjuat senpi jenis beretta ini. Sebab, senpi ini merupakan senpi pabrikan, dan pelakunya masih dilakukan pengejaran oleh penyidik. Untuk barang bukti senpi, Barung mengaku, barang bukti sudah diamankan sejak penangkapan pelaku.
“Penyidik sedang melakukan pendalaman. Dan saat ini kita (penyidik) cari pelaku atau yang menjual senjata api ini,” tegas Barung.
Seperti diberitakan, peristiwa penembakan ini terjadi pada Rabu (21/11) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Petugas Polsek Sokobanah, menerima laporan dari saksi bernama Dikun, bahwa telah terjadi dugaan penganiayaan terhadap korban di Dusun Gimbuk, Desa Sokobanah Laok. Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat itu korban ditemukan mengalami luka tembak dada sebelah kiri hingga menembus punggung. Korban pun sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) Pamekasan, dan kemudian di rujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa tertolong lagi.
Setelah dilakukan pengejaran, dalam waktu 1×24 jam Polres Sampang menangkap tersangka di daerah Kecamatan Karang Penang pada Kamis (22/11) sore pukul 16.00 WIB. Saat itu, pelaku hendak menuju perjalanan ke Kabupaten Pamekasan. Petugas mengamankan pistol yang digunakan tersangka. [bed]

Tags: