Kampus Harus Junjung Tinggi Rasionalitas dan Validitas

Suasana penandatanganan MoU antara Rektor Umsida Hidayatulloh dan UKP DKAAP Syafiq A. Mughni.

Sidoarjo, Bhirawa
Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Dr Hidayatulloh berharap dunia kampus harus menjunjung tinggi rasionalitas dan validitas. Apalagi kampus merupakan lingkungan akademik, makanya dalam melakukan pembicaraan harusnya yang baik-baik.
Itulah harapan Rektor Umsida Dr Hidayatulloh usai melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan UKP (Utusan Khusus Presiden RI) untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Perdaban oleh Prof. Syafiq A. Mughni, Ph. D, yang dilanjut dengan sarasehan ‘Indonesia Disrupsi Teknologi dan Tantangan Peradapan Baru’ dengan narasumber Dr. Yuliardi Sutedja-Ketua Indonesia Cyber Security Forum, Riefqi Muna, Ph. D-Asisten UKP-DKAAP dan Dr. Nyong Eka Teguh Iman Santoso dosen Umsida, kemarin (22/5).
Hidayatulloh menegaskan lembaga pendidikan tinggi salah satu fungsinya adalah ikut serta dalam memberikan pencerahan kehidupan keagamaan, kemasyarakatan dan kebangsaan. Oleh karena itu, kerjasama yang dituangkan dalam MoU ini tidak hanya berhenti di sini saja, akan dikembangan dalam bentuk kegiatan lain, diantaranya akan melibatkan seluruh mahasiswa.
“Selain tokoh-tokoh masyarakat, ada generasi milenial yang lebih besar jumlahnya. Jumlah mahasiswa kami sekitar 10.000 orang yang terdiri dari, 27 Prodi dari 5 Fakultas. Makanya dialog peradaban ini perlu dibangun,” tegasnya.
Kegiatan semacam ini akan terus kita kembangkan di kampus, termasuk akan nada Kajian Ramadhan untuk dosen dan karyawan, salah satu temanya adalah kita ingin mengangkat ‘umat yang terbaik’ dan materinya akan kita kaitkan dengan disrupsi ini.
Sementara itu Syafiq A. Mughni mempunyai tugas mempromosikan kerukunan antar agama di dalam dan luar negeri. Jadi penting sekali peran utusan khusus presiden yang tugasnya untuk dialog dan kerja sama antar agama dan peradaban. Agama nilainya sangat tinggi seharusnya agama sebagai petunjuk bagi umat manusia. ” Agama bukan sebagai pemecah dan pemicu masalah. Agama juga bukan sebagai pembuat masalah, justru agama sebagai solusi dari segala masalah,” katanya. [ach]

Tags: