Jokowi – Ma’ruf Menang, Saksi Prabowo – Sandi Enggan Tandatangan

Komisioner KPU Tulungagung dan saksi-saksi dari parpol masih melakukan tandatangan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara sampai Kamis (2/5) pagi kendati sudah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan pada Rabu (1/5) malam.

Tulungagung, Bhirawa
Pasangan Calon Presiden dan wakil Presiden, Ir H Joko Widodo – Prof Dr (HC) KH Ma’ruf Amin mendapat suara terbanyak dalam Pilpres 2019 di Kabupaten Tulungagung.
Paslon nomor urut 01 tersebut dapat meraup 550.644 suara, unggul dibanding Paslon Nomor Urut 02, H Prabowo Subianto – H Sandiaga Salahuddin Uno yang mendapat 122.250 suara.
Kemenangan Paslon Joko Widodo – Ma’ruf Amin ini diketahui setelah KPU Tulungagung menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat kabupaten di GOR Tenis Indoor Rejoagung, Rabu (1/5) sekitar pukul 24.00 WIB.
Ketua KPU Tulungagung, Mustofa SE MM, pada Bhirawa Kamis (2/5), menyatakan hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 tingkat Kabupaten Tulungagung itu akan segera dikirim ke KPU Provinsi Jatim dan KPU RI.
“Besok (hari ini) rencananya kami kirim ke Surabaya (KPU Provinsi Jatim),” ujarnya.
Musofa mengakui jika saksi dari Paslon Prabowo – Sandi enggan menandatangani hasil rekapitulasi dan penghitungan suara yang dilakukan KPU Tulungagung tersebut.
“Saksi menolak tandatangan tidak berpengaruh atas hasil rekapitulasi dan penghitungan yang telah dilakukan. Tetap sah,” tandasnya.
Menjawab pertanyaan, pria berkacamata ini menyatakan cukup gembira dengan partisipasi masyarakat Kabupaten Tulungagung dalam Pemilu 2019. Tercatat partisipasi pemilih mencapai 80,22 persen.
“Ini melebihi target nasional yang sebesar 77,5 persen. Kendati target kami sebenarnya partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 mencapai 85 persen,” tuturnya.
Hasil rekapitulasi dan penghitungan suara tingkat Kabupaten Tulungagung menyebutkan jumlah suara sah sejumlah 672.894 suara. Sedang suara tidak sah sebanyak 14.265 suara.
Sementara itu, terkait hasil pemilihan legislatif, utamanya untuk legislatif Kabupaten Tulungagung, Mustofa enggan membeberkan rinciannya. “Kalau ditanya masing-masing parpol dapat berapa kursi belum bisa kami jawab sekarang,” elaknya.
Namun demikian, dari sejumlah pimpinan partai politik (parpol) di Tulungagung yang ditemui Bhirawa di GOR Tennis Indoor Rejoagung kemarin memperkirakan PDI Perjuangan akan tetap menjadi peraih jumlah kursi terbanyak di DPRD Tulungagung. Yakni sebanyak 13 kursi, meningkat satu kursi dari Pemilu 2014.
Sedang peraih kursi terbanyak kedua adalah PKB sebanyak tujuh kursi, dan selanjutnya secara berurutan Partai Golkar (enam kursi), Partai Gerindra (lima kursi), PAN (lima kursi), Partai Nasdem (tiga kursi), Partai Hanura (tiga kursi), PKS (tiga kursi), Partai Demokrat (tiga kursi), PBB (satu kursi) dan PPP (satu kursi).
Untuk pimpinan DPRD Tulungagung periode lima tahun kedepan diperkirakan akan dijabat oleh perwakilan dari PDI Perjuangan, PKB, Partai Golkar dan Partai Gerindra. Sementara PAN yang kendati sama-sama mendapat lima kursi anggota dewan tidak dapat menjadi pimpinan dewan karena kalah jumlah suara dari Partai Gerindra. (wed)

Tags: