Jelang Pembangunan Jalan Tol, Polres Situbondo Bentuk Satgas Anti Mafia Tanah

Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono saat menyampaikan rencana pembentukan satgas anti mafia tanah menjelang pembangunan jalan tol di Situbondo. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Untuk mengantisipasi adanya broker jual beli tanah menjelang pembangunan jalan tol di Kabupaten Situbondo, Polres Situbondo berencana segera membentuk satgas anti mafia tanah Selasa (29/10). Rencana ini disampaikan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono kepada sejumlah wartawan di Kantor Polres kemarin. Orang pertama dijajaran Polres Situbondo itu mengatakan, pelaksanaan pembangunan jalan tol Situbondo akan dimulai pada Januari 2020 mendatang.
Menurut Kapolres Awan, saat ini progres pembangunan jalan tol masih memasuki penentuan lokasi (penlok). Kata Kapolres Awan, pembentukan satgas anti mafia tanah bertujuan untuk mengantisipasi para mafia tanah yang mencari keuntungan di balik pembangunan jalan tol Situbondo. “Untuk itu kami akan segera membentuk satgas anti mafia tanah pembangunan jalan tol Situbondo. Ini harus direalisasikan agar masyarakat tidak dirugikan oleh para mafia tanah yang mencari keuntungan dari pembangunan jalan tol di Situbondo,” aku Kapolres Awan.
Masih kata Kapolres Awan, untuk mengantisipasi hal negatif muncul pada pelaksanaan pembangunan jalan tol di Situbondo, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap mafia tanah yang akan ikut bermain pada pembebasan lahan masyarakat Kota Santri Situbondo. “Kami harus menyamakan persepsi agar masyarakat Situbondo merasa nyaman dan aman serta kondusif dari dugaan adanya serangan atau gerakan mafia-mafia tanah,” tegas Kapolres Awan.
Kapolres Awan menambahkan, agar terhindar dari berbagai permasalahan pembangunan jalan tol di Situbondo, semua pihak harus bersama-sama menggelorakan anti mafia tanah. Kapolres Awan tidak ingin adanya para mafia tanah bebas berkeliaran mencari sasaran kepada masyarakat yang memiliki lahan jalan tol. “Ini karena pemerintah telah membeli tanah masyarakat dengan harga yang untung. Untuk itu kami akan segera membentuk Satgas Anti Mafia Tanah,” aku Kapolres Awan.
Untuk itu, Kapolres Awan meminta kepada masyarakat yang memiliki tanah terdampak jalan tol harus melengkapi dengan surat pelunasan bayar pajak bumi dan bangunan. Kapolres Awan meminta kepada seluruh masyarakat yang lahannya terhimbas jalan tol, untuk tidak sembarangan melakukan transaksi kepada pihak ketiga. “Itu karena transaksi tersebut akan dilakukan secara resmi oleh pemerintah pusat melalui para pejabat pembuat komitmen kepada semua pemilik lahan,” pungkas Kapolres Awan.[awi]

Tags: