Jelang Lebaran, Permintaan Sapi Asal Madura Naik Drastis

Sejumlah pedagang sapi asal Situbondo saat membawa sapi asal Madura di Pelabuhan Kalbut Mangaran Situbondo. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Mendekati perayaan idul fitri 1440 H, angka permintaan sapi asal Kepulauan Madura terus mengalami kenaikan yang cukup drastis. Ini terlihat dari banyaknya para pedagang sapi asal Madura yang mengaku mendapatkan pemesanan yang cukup tinggi kemarin.
Bahkan animo peningkatan permintaan suplai daging sapi ini sekitar 70 persen dalam sepekan terakhir ini. Itu dibuktikan dengan banyaknya pedagang sapi antar pulau ini melakukan transaksi di pusat penampungan sapi di dekat dermaga Pelabuhan Kalbut Kecamatan Mangaran Situbondo.
Sumahwi, pedagang sapi asal Pulau Sapudi Madura mengaku saat ini mengirim puluhan ekor sapi dan harus terlebih dahulu melalui pelabuhan tradisional Kalbut. Tak hanya permintaan sapi yang kian meningkat, harganya pun juga ikut meningkat dibandingkan hari-hari biasanya. Sumahwi mengatakan, saat ini harga sapi asal Madura lebih mahal seiring tingginya permintaan pasar. “Jika sebelumnya seekor sapi dihargai 8 juta, kini harganya sudah meningkat tembus menjadi 10 juta,” aku Sumahwi.
Sumahwi menambahkan, sapi asal Madura memang banyak diminati karena selain memiliki serat daging yang padat juga memiliki rasa yang lebih sedap saat dimasak. Kata Sumahwi, dirinya memperkirakan permintaan sapi akan terus meningkat seiring dengan dekatnya perayaan idul fitri 1440 H.
“Jumlah permintaan sapi asal Madura sudah meningkat sejak bulan ramadan ini. Jika sebelumnya pedagang mengirim sapi satu kali sepekan, kali ini menjadi dua kali dalam sepekan melalui penyeberangan Pelabuhan Kalbut,” ungkap Sumahwi.
Pengamatan Bhirawa di lokasi penurunan sapi asal Madura menyebutkan, sedikitnya ratusan ternak sapi yang baru dipesan dari atas kapal, langsung dimasukkan ke Pusat Balai Karantina Kalbut Desa Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo.
Setelah dipastikan kondisi sapi sehat, baru sapi sapi yang sebagian besar berbulu coklat itu langsung dibawa pedagang yang sudah lama menunggu. “Sepuluh hari menjelang perayaan lebaran ini, sapi sapi asal Madura terus berdatangan untuk mencukupi permintaan masyarakat Kota Santri Situbondo,” aku H Rusli, seorang pedagang sapi asal Situbondo kemarin. [awi]

Tags: