Jangan Malu Sekolah di Swasta

Drs Mustain

Drs Mustain
Memasuki pendaftaran tahun ajaran baru 2019/2020 ini, semua calon siswa bahkan orang tua siswa, ramai-ramai mendaftarkan anak-anaknya di sekolah negeri. Baik mulai tingkat SD -sampai perguruan tinggi negeri.
Menurut mantan Kepala Dikbud Kab Sidoarjo, Drs Mustain, sekolah negeri dan sekolah swasta keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
“Maka itu jangan sampai patah semangat bila seandainya tidak dapat diterima di sekolah negeri, masih banyak sekolah swasta yang kualitasnya setara dengan sekolah negeri,” komentar Mustain, yang saat ini dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Sidoarjo.
Contohnya dirinya sendiri dan keempat anaknya. Semuanya bersekolah di swasta mulai tingkat SD sampai SMA. Baru memasuki pendidikan tingkat SMA, dirinya dan keempat anaknya masuk di perguruan tinggi negeri (PTN).
“Jadi jangan malu bila sekolah di swasta. Dengan belajar yang tekun dan serius, pada akhirnya akan bisa masuk ke sekolah negeri,” kata Mustain, yang warga Desa Damarsih Kec Buduran Kab Sidoarjo itu.
Mustain mengatakan, daya tampung sekolah negeri terbatas. Sehingga yang tidak bisa tertampung harus masuk sekolah swasta. Menurut Mustain, agar siswa yang sekolah di swasta tidak berat masalah biaya sekolah, maka harus dipikirkan ada subsidi dari Pemerintah kepada sekolah swasta.
Saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dikbud Sidoarjo dulu, sampai banyak orang tua yang datang ke Kantornya dan minta tolong titip anaknya masuk ke sekolah negeri. Dirinya juga tidak sampai mematikan HP menghadapi orang tua yang minta tolong itu.
“Kata kunci yang saya sampaikan hanya sederhana, dunia tidak akan kiamat bila masuk sekolah swasta,” katanya tersenyum. Karena tidak mau meladeni permintaan itu, sampai dirinya diancam-ancam. Ada juga yang membawa kue dikirim ke rumahnya.
Padahal sekolah swasta kata Mustain, juga ada yang bagus. Yakni sekolah yang sudah terakreditasi. Disitu gurunya dan fasilitas sekolahnya sudah berkualitas. Standar sekolah swasta itu sama dengan sekolah negeri. Juga lanjut Mustain, banyak orang tua dan anak yang berebut ingin masuk ke sekolah favorit. Bisa masuk ke sekolah itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Meski tempat tinggalnya jauh kadang orang tua tidak mempedulikannya.
Sekolah negeri seperti itu kata Mustain, bila setingkat SMP adalah SMPN 1, 2, 3, 4 dan 5. Agar SMPN favorit tidak hanya berada di dalam Kota Sidoarjo saja, maka SMPN favorit juga dibuat atau digeser ke wilayah pinggir. Agar siswa yang tempat tinggalnya jauh dari Kota, tidak jauh-jauh lagi bersekolah ke dalam Kota Sidoarjo.
Maka sejumlah SMPN favorit di pinggir kota Sidoarjo diwujudkan. Seperti SMPN 1 Sedati, SMPN 1 Krian dan SMPN 1 Taman. Fasilitas sekolah dan SDM guru disana juga disamakan dengan SMPN favorit di tengah kota Sidoarjo.
“Sekolah itu diberi anggaran sampai Rp400 juta,” kata Mustain, yang mengaku sudah jadi Kepala SMP swasta pada usia 38 tahun. [kus]

Rate this article!
Tags: