Jangan Malu Berbahasa Inggris

Deasy Lapudooh

Deasy Lapudooh
Era industri 4.0 ini, penggunaan berbahasa inggris bagi masyarakat sangat dibutuhkan. Lebih-lebih lagi terhadap anak-anak usia produktif, pelajar dan mahasiswa sangat perlu sekali untuk mempersiapkannya. Kenyataannya banyak sekali dari mereka malu-malu untuk belajar berbahasa Inggris, khususnya pada program comunication.
Melihat kondisi tersebut, Deasy Lapudooh memberikan resep kepada para pelajar dan mahasiswa agar membiasakan berbahasa Inggris setiap hari, Jangan malu-malu, jika di dalam komunitas yang sehari-harinya tidak berbahasa Inggris, bisa selipkan sedikit-sedikit.
“Jika di lingkungan yang berbahasa Inggris, kita harus keras mengikutinya dan mempraktikkannya. Makanya bisa itu karena terbiasa,” jelas Alumnus Fisip Unair Surabaya ini.
Deasy yang juga sebagai Center Director English First (EF) Sidoarjo terus memberikan resep kepada anak-anak muda karena melihat antusias anak-anak Sidoarjo yang mengikuti program bahasa Inggris di lembaganya sangat banyak sekali. “Untuk melatih mereka kami sering turun jalan. Seperti yang dilakukan pada bulan puasa kemarin. Murid-murid kami langsung diajak untuk belajar memberikan materi yang ringan-ringan kepada anak-anak jalanan,” jelas perempuan kelahiran Surabaya ini.
Selain itu, kita juga sering melaku keliling ke sekolah-sekolah yang ada di Sidoarjo, hasilnya sangat antusias dan suka sekali. Menurutnya, banyak anak-anak yang minat, tetapi tidak percaya diri. Oleh karena itu kita tidak hanya memberikan program, tetapi kita juga memberikan edukasi. bahwa belajar bahasa Inggris itu bukan suatu hal yang harus ditakuti.
“Makanya kalau sudah terbiasa, pasti akan bisa melakukan hal itu tidak ada yang susah kalua ingin belajar,” katanya.
Ia memberikan tips, mulailah belajar berbahasa Inggris dalam lingkungan yang terkecil, bisa dari lingkungan keluarga, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan seterusnya. Bicaranya pun juga harus yang ringan-ringan, simple, how are your, good morning. Dari situ sudah mulai bisa beradaptasi kalau mau bicara dengan lingkungan yang dari luar. “Jadi kalau kita tidak mempunyai modal bersaing, khususnya dalam bahasa Inggris, untuk dunia global seperti sekarang ini ya pasti tertinggal, karena mereka akan lebih lembah dibanding dengan yang sudah mempunyai bahasa, ” tegas Mbak Deasy_sapaan akrabnya.
Deasy mengaku sejak sekolah sudah belajar berbahasa Inggris, namun kalau tidak dipraktekan secara langsung tentu saja tidak akan bisa ‘ngomong’ seperti sekarang ini.
“Makanya biasalkan, akan menjadi bisa, dan tidak percara diri karena memang juga tidak terbiasa,” pungkas Deasy yang bercita-cita menjadi dosen. [ach]

Rate this article!
Tags: