Jangan Berlebihan Respon Hasil Hitung Cepat

Kami mengajak masyarakat tidak berlebihan merespon hasil hitung cepat Pemilu 2019, melainkan lebih mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati.
Kami percaya bangsa kita sudah maju dalam berdemokrasi. Sehingga tidak akan ada yang mempertaruhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa hanya karena merespon hasil Pemilu yang diluncurkan lembaga survei secara emosional dan tak berbudaya.
Hasil akhir Pemilu baru akan diketahui secara final usai rekapitulasi perolehan suara pasangan calon presiden-wakil presiden di tingkat nasional oleh KPU pada Mei 2019. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.
Kita memakluminya karena KPU melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara secara manual. Bukan elektronik yang rentan resiko diretas. Meskipun demikian, hari ini juga akan kita jumpai berbagai lembaga survei merilis hasil exit poll dan quick count.
Bahwa yang perlu dicatat adalah bahwa exil poll dan quick count bukan real count alias perhitungan sebenarnya. Secara akademis, hasil exit poll dan quick count merupakan cerminan hasil pemilu. Namun bukan merupakan hasil akhir pemilu yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara calon presiden-wakil presiden. Hasil akhir perolehan suara pilpres adalah yang kelak ditetapkan dan diumumkan KPU Mei mendatang.
Untuk itu saya berharap masyarakat tidak merespon hasil pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survei secara berlebihan. Kita sambut peluncuran hasil exit poll, quick count, bahkan real count oleh berbagai lembaga survey secara lumrah layaknya masyarakat terdidik meresponnya. Saya percaya bangsa kita sudah maju dalam berdemokrasi. Masyarakat kita sudah cerdas. Pemilu akan berlangsung damai. Saya yakin itu.

Robikin Emhas
Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PB NU

Tags: