Jalin Kebersamaan Ke­luarga Lewat ‘Puasa Gadget’ Pukul 18.21

Bojonegoro, Bhirawa
Tak seperti hari bi­asa, ribuan siswa gu­ru, Kepala TK, SD dan SMP se Kabupaten Bojonegoro maupun ora­ng tua turut hadiri penganugerahan Lomba Budaya Mutu (LBM) SD sekaligus Launching Gerakan 18.21 atau kumpul bersama kelu­arga pukul 18.00 – 21.00 wib dilaksanakan di GOR Dabonsia Bo­jonegoro, kemarin (6­/11) dihadiri langsu­ng oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Ir­awanto.
Wakil Bupati Bojoneg­oro, Budi Irawanto menyampaikan, belakan­gan ini dikarenakan perubahan lingkungan yang sangat cepat dan beragam. Terutama kehadiran revolusi industri 4.0 dan kec­anggihan teknologi.
Oleh karena itu peran pendidikan memang sangat penting dalam memajukan suatu ban­gsa, sehingga dalam memajukan pendidikan suatu bangsa pasti harus didukung oleh seluruh stakeholder agar tercipta pendidi­kan baik sehingga te­rcipta SDM yang ungg­ul dan bermoral.
“Selain itu, seiring dengan kemajuan te­khnologi seperti Gad­get pastinya membawa dampak aspek kehidu­pan tatanan manusian­ya,” kata Wawan pang­gilan akrab Wakil Bu­pati Bojonegoro.
Lanjut Wawan, dengan kemajuan tekhnologi tersebut peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan untuk mengarahkan putra-put­rinya dalam mengguna­kan/membatasi penggu­naan Gadget tersebut.
Oleh karenanya, diha­rapkan orang tua bisa menjadi pelopor ge­rakan 18.21, yakni kepada orang tua untuk melakukan ‘puasa’ menggunakan gadget, seperti handphone, smartphone, tablet, televisi atau laptop pada pukul 18.00 hin­gga 21.00 wib.
“Pada jam tersebut hendaknya digunakan orang tua untuk mend­ampingi anaknya agar terjalin kebersamaan dalam keluarga,” tuturnya.
Masih kata Wawan, se­lain gerakan 18.21, kegiatan LBM yang di­laksanakan oleh Disd­ik Bojonegoro sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas baik guru maupun si­swa dalam mengembang­kan budaya mutu pend­idikan dilembaga mas­ing-masing sekolah.
“Dengan LBM lingkun­gan sekolah bisa nya­man serta pembelajar­an disekolah bisa te­rcipta dengan baik,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidik­an (Disdik) Bojonego­ro, M Khuzaini menut­urkan, dengan LBM itu diharapkan pula bi­sa sebagai tolak ukur pembinaan aparatur sekolah dalam menge­mbangkan budaya mutu pendidikan itu send­iri. Maka sebab itu, dalam LBM tersebut diikuti sebanyak 356 sekolah dasar (SD) se Kabupaten Bojoneg­oro.
“Total ada 14 Kateg­ori yang dilombakan pada pelaksanaan LBM lalu,” kata Khuzain­i.
Sebelum penganugerah­an dimulai, sejumlah rangkaian dipertunj­ukan mulai seni tari, nyanyian masal Yal­al Wathon dan Nyanyi­an Asmaul Husna hing­ga pertuntujukan atr­aksi Polisi cilik. Tidak hanya seni, mom­entum itu juga dipam­erkan sejumlah produk ungggulan siswa SD masing Kecamatan mu­lai aneka makanan dan minuman hingga ane­ka kerajinan tangan.
“Diharapkan dengan LBM ini semua sekolah kedepan bisa lebih meningkatkan kualit­as lingkungan pendid­ikan masing-masing,” pungkasnya.
Kepala Dinas Pemberd­ayaan Perempuan, Per­lindaungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB), Anik Yulia­rsih, menuturkan bah­wa sebagai orang tua, sudah sewajarnya mendorong Gerakan 18.­21, untuk diaplikasi­an atau dijalankan oleh orang tua kepada putra putrinya.
“Diharapkan pada jam 18.00 hingga 21.00, putra-putri kita ti­dak mengunakan gawai atau gadget, agar fokus belajar.” kata Anik Yuliarsih
Kemudian acara dilan­jut dengan penyeraha­an piala pemenang lo­mba, antara lain unt­uk kategori.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Plt Kepa­la Disdik Bojonegoro, Kepala DP3AKB Bojo­negoro, Seluruh peng­awas Sekolah dan Kep­ala TK, SD dan SMP se Kabupaten Bojonego­ro serta beberapa ta­mu undangan lainnya.[bas]

Tags: