Jalan Rusak 300Km, Baru Diperbaiki 35,5Km

Spanduk protes masyarakat akibat jalan rusak selama 4 tahun sebagai dampak proyek tol dan double track kereta api.

Akibat Pembangunan Jalan Told an KA
Nganjuk, Bhirawa
Total ruas jalan yang rusak di Kabupaten Nganjuk akibat pembangunan jalan tol serta double track kereta api sepanjang 300 KM. Namun untuk tahun 2019 baru 35,4 KM ruas jalan yang akan dituntaskan perbaikannya.
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat mendesak agar pelaksana perbaikan jalan dalam hal ini pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tidak hanya mengutamakan kuantitas saja. Tetapi kualitas jalan yang diperbaiki sebanyak 13 titik ruas jalan harus memenuhi standar teknis yang tinggi. Sehingga usia jalan tidak cukup hanya setahun kemudian rusak lagi. “Kami mendesak perbaikan jalan rusak akibat pembangunan tol mengutamakan kualitas, disamping target kuantitas,” tegas Bupati Novi Rahman.
Empat tahun sudah masyarakat Nganjuk menunggu perbaikan jalan akibat pembangunan tol dan doubel track. Tahun 2019 ini target perbaikan jalan mulai dilakukan, setidaknya ada 13 titik ruas jalan sepanjang 35,4 KM yang menelan anggaran sekitar 40 miliar.
Ruas jalan sebanyak 13 titik yang menjadi prioritas tahun ini diantaranya jalan Jlumpang hingga jalan Desa Balongrejo Kecamatan Berbek. Kemudian jalan Desa Girirejo menuju Desa Sembung Kecamatan bagor dan jalan Desa Plimoing hingga jalan Desa Plosorejo serta jalan Desa Kemaduh Kecaamatan Baron menuju Kecamatan Lengkong. “Perbaikan jalan ini menyangkut seluruh jalan rusak terdampak pembangunan jalan tol,” jelas Novi Rahman Hidayat.
Jalan rusak dengan kemiringan tidak rata serta berlubang-lubang bakal diaspal halus.
Pada perbaikan jalan rusak ini diupaayaakan mengutamakan kualitas, karena ditangani langsung Kementerian PUPR.
Secara keseluruhan tahap awal perbaikan jalan rusak bakal selesai pada akhir Juli 2019. Namun diharapkan saat Lebaran jalan yang rusak parah sudah ada perbaikan.
Sejumlah jalan rusak terdampak pembangunan jalan tol di Kabupaten Nganjuk tersebar di wilayah Kecamatan Baron, Sukomoro, Sumengko dan Kertosono.
Kerusakan jalan terjadi akibat dilalui dump truk pengangkut material tanah uruk untuk pembangunan jalan tol yang melintas di Kabupaten Nganjuk. Warga sempat mengeluhkan perbaikan jalan yang tidak kunjung dimulai meski proyek jalan tol sudah selesai. Bupati Novi rahman menyebutkan perbaikan jalan rusak yang dilakukan Kementerian PUPR sebagai realisasi perbaikan jalan rusak terdampak pembangunan jalan tol.
Sementara Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Agung Sutarjo, menjelaskan tahap awal perbaikan jalan yang ambles aakan diratakan terlebih dulu. Selanjutnya tahap kedua tahap wiring untuk menghaluskan jalan sehingga sudah dapat dilalui kendaraan, sedangkan lebar jalan tetap tidak ada perubahan.
Agung mencontohkan, sepanjang Jl Semeru yang masuk wilayah Kota Nganjuk tahap awal disempurnakan dahulu dengan pengaspalan dasar. Kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan halus. “Diperkirakan seluruh perbaikan jalan rusak di Kabupaten Nganjuk sepajang kurang lebih 300 KM sudah dapat diselesaikan akhir Juli 2019,” tandas Agung. [ris]

Tags: