Jaga Kodusifitas, Pangdam Ajak Cangkrukan Seluruh Elemen Masyarakat

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi (tengah) menggelar cangkrukan bersama elemen masyarakat Surabaya, Sabtu (14,4) malam. [abednego/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Situasi yang kondusif dan aman selalu menjadi harapan di setiap daerah di Indonesia. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya, keamanan dan kondusifitas wilayah dapat tercipta dengan budaya cangkrukan, seperti yang dilakukan Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.
Bertempat di rumah dinas Jl Raya Darmo 100, Surabaya, Sabtu (13/4) malam, Wisnoe mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jatim, khususnya Surabaya.
Cangkrukan yang digelar di rumah dinas Pangdam ini diantaranya dihadiri oleh anggota jajaran Kodam V Brawijaya, organisasi Putera Surabaya (Pusura), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), FKPPI, Senkom, Komunitas Mahasiswa Papua, dan Bonek Surabaya.
“Cangkrukan seperti ini sudah ada sejak saya menjadi Komandan Korem (Danrem) 084 Bhaskara Jaya, yakni 2012 silam. Dan digagas Ketua Pemuda Pusura, almarhum Cak Luko yang menginginkan adanya silaturahmi akbar dengan mengundang semua elemen masyarakat,” kata Mayjen TNI R Wisnoe Prasetja Boedi.
Wisnoe mengaku, dengan sering berkumpulnya dan bersilaturahmi antar semua elemen di Surabaya, hal itu memberikan kontribusi untuk kondisifitas dan keamanan di Kota Surabaya. Nantinya kegiatan cangkrukan ini akan berlanjut setiap bulannya, dengan tuan rumah atau penyelenggara berganti-ganti.
“Kegiatan ini mendorong supaya semua elemen yang ada di Surabaya ini kompak dan guyub. Dan ikut berkontribusi untuk keamanan dan kenyamanan di wilayah Surabaya dan Jawa Timur,” harapnya.
Alumnus Akmil 1986 ini mengaku, dengan kultur budaya cangkrukan ini, seluruh elemen yang ada di Surabaya ini bisa menyamakan persepsi untuk kondusifitas dan keamanan wilayah.
Terutama untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Jatim, khususnya Surabaya. Dan juga memberi jaminan keamanan bagi anak cucu kita.
Sebab, sambung Wisnoe, di era globalisasi ini pihaknya ingin membekali generasi milenial dengan budaya cangkrukan seperti ini.
Dengan harapan ikatan yang dibangun ini bisa terus berlanjut untuk memberikan rasa aman, nyaman dan tentram, tidak hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia.
“Saya ingin berkontribusi semaksimal mungkin, khususnya untuk kondusifitas keamanan di Surabaya. Karena saya asli orang Suroboyo, dan budaya cangkrukan ini merupakan budaya masyarakat Jawa Timur yang harus dijaga dan terus dilanjutkan,” harapnya. [bed]

Tags: