Jadi Tuan Rumah Latsitarda, Pemprov Mantapkan Persiapan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) ke-39.

Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut baik rencana pelaksanaan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) ke-39. Sebagai tuan rumah, Jatim akan menyambut agenda tahunan itu secara terbuka dan dengan melibatkan masyarakat.
Khofifah menuturkan, rencana Latsitarda ke-39 ini telah dibicarakan sejak November 2018 lalu. Rencana itu kembali dibicarakan sekaligus mematangkan Latsitarda ke 39. Sebab, pada saat itu sebanyak 889 taruna-taruni dan mahasiswa dari akademi Angkatan Darat, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian dan Institut Pemerintah Dalam Negeri akan datang ke Jatim mengikuti kegiatan tersebut.
“Pemprov siap mendampingi dan membantu memaksimalkan seluruh program-program yang akan dilaksanakan di Latsitarda di Jatim,” kata Gubernur Khofifah saat menerima Danjen Akademi TNI, Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos beserta rombongan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (21/12) pagi.
Agar Latsitarda berjalan sukses, lanjut Gubernur Khofifah, perlu dibangun koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif guna memaksimalkan hasilnya. Alasannya, Latsitarda dilaksanakan pada 1-15 April 2019, sangat berdekatan dengan tanggal pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) RI, yaitu 17 April 2019. Meski demikian khofifah yakin bahwa pelaksanaan Latsitarda tetap bisa berjalan maksimal dan tetap menjaga netralitas TNI-POLRI.
“Mendekati tanggal pilpres, tentu ada sensitivitas tertentu. Ini yang harus diantisipasi oleh para bupati, jajaran dandim, polres, danramil, dan kapolsek, serta camat,” lanjutnya sembari menambahkan, koordinasi dan komunikasi ini akan membuat pelaksanaan Latsitarda ikut membantu terciptanya suasana yang lebih tenang dan aman ditengah masyarakat, khususnya menjelang pilpres.
Selain itu, imbuh Gubernur Khofifah, dalam implementasi di lapangan, para peserta Latsitarda juga diharapkan dapat mempelajari, memahami, dan menghormati kultur di masing-masing wilayah yang akan dikunjungi. Salah satu contohnya di Jember dan Pamekasan, yang masyarakatnya merupakan kultur Madura yang sangat religius.
“Salah satu program Latsitarda adalah pengentasan buta aksara, di Jember dan Pamekasan yang kulturnya Madura, masyarakatnya bisa membaca huruf arab, tapi untuk tulisan latin belum tentu,” imbuhnya seraya menambahkan, para peserta Latsitarda bisa memberikan pemahaman bahwa program pengentasan buta aksara dikhususkan untuk pengenalan tulisan latin.
Gayung bersambut, Laksda TNI Aan Kurnia menuturkan, kearifan lokal memang harus diperhatikan, sehingga tujuan Latsitarda yang positif ini juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat setempat, serta program-program yang akan dijalankan berjalan sukses dan tepat sasaran. Khofifah yakin latsitarda akan memperkuat proses integrasi bangsa melalui manunggal TNI- Polri – Masyarakat.
Ditambahkannya, Latsitarda ke-39 ini akan diikuti oleh 886 personel taruna-taruni dan mahasiswa yang berasal dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Polisi(Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan mahasiswa.
Tujuan dari Latsitarda ini, imbuh Danjen Aan, adalah memantapkan jiwa dan semangat integrasi antar para taruna dan komponen masyarakat, dalam mengenal adat istiadat setempat. Sehingga, terjalin kemanunggalan TNI dan rakyat, serta sebagai wahana pembelajaran dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan akademik para Taruna.
Dalam perkuliahan di kampus umum, ujar Danjen Aan, Latsitarda ini ibarat Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sehingga kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan diantaranya adalah karya bakti, kajian sosial, bakti sosial kesehatan, penyuluhan bahaya narkoba, penanaman nilai juang, pengentasan buta aksara, dan pengenalan Akademi TNI, Akpol, dan IPDN.
“Jadi para taruna-taruni ini akan mempraktekkan apa yang sudah dipelajari dalam kuliah untuk diterapkan di kehidupan nyata ditengah masyarakat,” ujarnya sembari menambahkan, kegiatan-kegiatan yang akan dikerjakan di masing-masing wilayah nantinya akan berbeda, karena menyesuaikan dengan kebutuhan di wilayah tersebut. [tam]

Tags: