Inilah Tiga Prinsip Utama Karo SDM Polda Jatim dalam Mencetak Anggota Polri Profesional

Karo SDM Polda Jatim, Kombes Pol Nazirwan Adji Wibowo berbagai tips menjadi anggota Polri di Jatim, Selasa (22/10). [abednego]

Banyak Posisi Strategis di Polda Jatim

Polda Jatim, Bhirawa
Mengemban tugas dan jabatan sebagai anggota Polri tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih mengemban tugas di Jawa Timur yang dimanjakan dengan segala fasilitas memadai dan posisi strategis. Membuat banyak anggota Polri yang ingin berdinas di Polda Jatim dan jajaran.
Dengan segala fasilitas yang memadai dan posisi strategis, membuat Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jatim tertantang dalam mencetak anggota Polri yang profesional. Hal itulah yang terus digenderangkan oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Nazirwan Adji Wibowo.
Nazirwan pun mengaku banyak sekali Polisi yang ingin dinas di Jawa Timur. Sebab, semuanya ada di Jawa Timur. Dengan terpenuhinya itu semua, maka menjadi tantangan bagi Biro SDM Polda Jatim dalam proses rekrutmen anggota Polri. Sebab, tidak semuanya tidak bisa masuk di Jawa Timur. Untuk itu, pihaknya membagikan tiga tips maupun prinsip dalam menjalankan amanah tugas sebagai Karo SDM.
“Sebagai Karo SDM, tiga hal penting (prinsip, red) inilah yang saya pegang. Yang pertama yaitu kepekaan, kedua adalah responsif, dan ketiga adalah komunikatif,” ungkap Kombes Pol Nazirwan Adji Wibowo di ruang kerjanya, Selasa (22/10).
Menurutnya, Jatim ini cukup luas dengan jumlah penduduk yang cukup banyak dan bermacam-macam. Selain itu, masalah yang muncul juga beragam, sehingga perlu Polisi yang kuat dengan mengedepankan tiga prinsip, yakni peka, responsif, dan komunikatif.
“Yang terpenting adalah saat menjadi polisi di Jawa Timur harus amanah atas tugas dan tanggung jawab jabatan juga. Jika tidak maka tentunya akan sulit dapat menjalankan tugas dengan baik,” kata perwira menegah dengan pangkat tiga melati tersebut.
Menurutnya, tantangan di Jawa Timur cukup besar. “Saya pernah tugas di Banten namun tidak terlalu sulit. Di Jogja juga pernah, masalahnya cukup kompleks. Namun dibandingkan dengan Jawa Timur, sangat berbeda. Di sini provinsi yang sangat luas dengan beragam persoalan yang harus dihadapi,” tuturnya.
Namun dari komposisi jumlah personel anggota Polri di Jatim, ia meyakini saat ini sudah mencukupi. “Saat ini sudah ada hampir 30 ribu personel di wilayah Jawa Timur. Jumlah itu saya yakin cukup untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Hal mendasar yang meyakinkannya, karena kondisi Jatim yang cukup kondusif. “Komposisi satu polisi dengan sekian jumlah masyarakat itu tidak bisa berbanding lurus dengan tingkat keamanan. Dengan kondusivitas wilayah Jatim saat ini, maka jumlah yang ada saat ini sudah cukup ideal,” imbuhnya.
Alumni Akpol tahun 1994 tersebut juga memiliki pandangan berbeda terkait rekruitmen yang dilakukan Mabes Polri. “Secara pribadi, saya berpikir proses seleksi penerimaan anggota polisi ini terlalu lama. Bahkan prosesnya terlama di dunia. Hal ini juga pernah saya sampaikan di Mabes Polri,” katanya.
“Bayangkan, penerimaan anggota dimulai sejak Maret namun hingga Agustus belum kelar. Penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama juga dilakukan bersamaan, sehingga menjadikan proses yang terlalu panjang. Kasihan peserta juga nasibnya terombang ambing berbulan-bulan,” keluhnya.
Kendati demikian, Nazirwan tetap berupaya menjalankan proses seleksi secara profesional. “Semua kebijakan dari pusat, sehingga kami tetap memberikan yang terbaik sesuai prosedur,” pungkasnya. [bed]

Tags: