Indonesia Dukung Pengembangan Industri Kecil Menengah Colombo Plan

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih saat memukul Gong sebagai tanda dibukanya Capacity Building Program on Enhancing The Development of Small and Medium Industry 2019 di hotel Novotel Samator East Surabaya.

Surabaya, Bhirawa
Untuk memperkuat ekonomi dan sosial, Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sekretariat Negara mendukung pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) negara-negara yang tergabung dalam Colombo Plan atau organisasi regional di wilayah Asia-Pasifik.
“Dengan bangga saya umumkan bahwa ini adalah yang keempat kalinya kami menjadi tuan rumah acara ini dan saya berharap pelatihan ini dapat diimplementasikan sehingga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Gati Wibawaningsih pada pembukaan Capacity Building Program on Enhancing The Development of Small and Medium Industry 2019, sebuah pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di Surabaya, Rabu (3/7).
Adapun Visi KSST adalah kemitraan yang lebih baik demi kesejahteraan. Sementara misinya yakni mempromosikan kemitraan, meningkatkan kerjasama pembangunan, termasuk kerjasama ekonomi, serta meningkatkan solidaritas nasional dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki setiap negara demi kepentingan umum.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 mencapai 5,17 persen, tertinggi dalam 4 (empat) tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi ini tentu saja didukung oleh pertumbuhan sektor industri. Sementara itu, kontribusi industri pengolahan non-migas terhadap PDB nasional pada tahun 2018 adalah 17,63 persen,” terangnya.
Sementara sektor industri, menurut Gati termasuk juga IKM adalah tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2017 dari Biro Pusat Statistik, IKM menyumbang 4,48 juta unit bisnis, atau sekitar 99 persen dari semua unit bisnis Industri. Sektor Industri Kecil dan Menengah menyerap 11,6 juta pekerja atau menyerap sekitar 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri.
“Karena IKM telah menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat di sebagian besar negara anggota Colombo Plan, adalah tugas kita sebagai Pemerintah untuk memberikan dukungan terbaik bagi mereka untuk mengembangkan bisnis mereka,” jelas Gati.
Dengan mengusung tema ‘Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah melalui Layanan Pengembangan Bisnis’, Kemenperin berharap dapat memberikan wawasan dan berbagi pengalaman di dua Pusat Layanan yaitu Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia dan Unit Pelayanan Teknis untuk Industri Makanan, Minuman dan Kemasan.
Keduanya terbukti memiliki layanan yang sangat baik untuk industri kecil dan menengah untuk pembuatan sepatu, makanan dan minuman serta pengemasan, terutama di Jawa Timur. Direktorat Jenderal IKMA juga mendukung IKM dengan memberikan layanan seperti konsultasi dan pembuatan desain kemasan Intelektual melalui Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek dan fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual melalui Klinik HKI IKM. “Meskipun berlokasi di Jakarta, layanan kami memiliki jangkauan nasional melalui penggunaan aplikasi Klinik Kemasan dan fasilitator HKI di seluruh Indonesia,” ujarnya. [riq]

Tags: