IKM Situbondo Atasi Kepuasan Layanan Pemkab Sebesar 71,5 Persen

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto saat memberikan penjelasan soal peningkatan IKM sebesar 71,5 persen. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
IKM atau indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Pemkab Situbondo dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Terutama kepuasan terhadap empat pokok pelayanan dasar masyarakat seperti pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kependudukan. IKM Tahun 2019 berkisar 71,5 persen dan lebih tinggi dari IKM pada tahun 2018 silam yang berada di bawah 71,5 persen.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto, mengatakan IKM sebesar 71,5 persen muncul dari penilaian masyarakat Situbondo yang mengaku cukup puas atas pelayanan pemerintah.
Pernyataan ini diungkap Bupati Dadang saat menyampaikan LKPJ APBD 2018 di Kantor DPRD Situbondo beberapa waktu lalu. “Indeks Kepuasan Masyarakat ini diambil dari empat sampel pelayanan dasar seperti pelayanan dasar pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan kependudukan,” beber Bupati dua periode itu.
Bupati Dadang menambahkan, melalui capaian IKM 71, 5 persen berarti pelayanan Pemerintah di tengah masyarakat Kota Santri Situbondo masuk kategori baik. Kedepan, katanya Pemkab Situbondo harus terus meningkatkan pelayanan agar lebih baik lagi. Ini karena, terangnya, salah satu ukuran keberhasilan program pemerintah dinilai dari tingkat kepuasan masyarakat.
Selain itu, Bupati Dadang juga menyampaikan bahwa salah satu keberhasilan pembangunan yaitu adanya ketersediaan lapangan pekerjaan.
“Kini tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Situbondo sebesar 1, 92 persen. Jumlah ini cukup baik karena bisa menempatkan Kabupaten Situbondo berada di peringkat ketiga terendah se-Provinsi Jawa Timur,” kupas Bupati Dadang.
Masih kata Bupati Dadang, pertumbuhan ekonomi selama 2018 diperkirakan sebesar 5, 15 persen. Jumlah ini mengalami kenaikan dari sektor pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 5,7 persen.
Pertumbuhan ekonomi ini, sambung mantan advokat itu, juga berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan 1, 23 persen di Kabupaten Situbondo.
“Saat ini peringkat Kabupaten Situbondo naik dari 27 ke peringkat 24 se-Jawa Timur. Jumlah penduduk miskin Situbondo kini hanya tersisa 11, 82 persen,” beber Bupati Dadang.
Hasil pengamatan Bhirawa menyebutkan, adanya peningkatan prosentasi IKM bagi pelayanan Pemkab Situbondo itu tidak bertepuk sebelah tangan. Terbukti, sejak tahun 2018 lalu sebagian besar jalan di pedesaan sudah diaspal hotmik.
Dengan adanya perbaikan sarana transportasi ini, gairah perekonomian masyarakat di kawasan pedesaan mulai meningkat karena ada kemudahan moda tranporstasi angkutan barang dari desa menuju kota.
“Sarana transportasi cukup baik, terutama di jalan pedesaan,” ungkap Suparno, salah satu warga Desa Curah Cottok Kecamatan Kapongan Situbondo kemarin. [awi]

Tags: